tim ompol

Posted: 24 March 2017 in Uncategorized

Sejak popok sekali pakai terakhirnya habis, kami sepakat untuk tidak membeli pospak lagi untuk Bilqis. Pasalnya, jika beli lagi dengan alasan untuk malam hari atau di perjalanan jauh, niscaya toilet training tak kunjung tuntas.

Jadi, masuklah kami di fase diteror ompol. Terutama di malam hari. Pipis sebelum tidur sudah rutin dilakukan, perlak digelar. Eh tapi tetap saja dini hari ompol mengalir, perlak tertendang acakadut. Kasur kena ompol. Ganti seprei. Repeat. Repeat. Repeat.

Kami tambah agenda malam baru, angkut sang ratu ke toilet walau sedang tidur di jam antara tengah malam sampai dini hari, lalu suruh pipis. Ini lumayan berhasil. Frekuensi ganti seprei berkurang. Jadilah kami mesti bangun tengah malam. Lumayan setelah itu bisa qiyamul lail *kalo lg waras* 😀 Atau malah sengaja begadang untuk angkut bocah ke toilet. 

Begitulah kesibukan malam kami setengah tahun terakhir. Ketika malam hari terasa ada yang basah, kami bangun, awal awal kami marah marah saling menyuruh. Malas kesal karena jam tidur yang terganggu. Lama lama kami terbiasa, bahkan kadang diselingi tawa meratapi nasib keompolan hihi. Alhamdulillah, Amira Bilqis sholihah ini, banyak minumnya, dan ga ada gangguan di saluran pipisnya 🙂 cuma beresin ompol ajaa, apa sih sulitnya.

Yang masih melanda pikiran kami, sampe kapan ya fase angkut doi ke toilet ini selesai. Berat tauk kamu biill 😅😒😴

Advertisements
Comments
  1. Hastomi says:

    nggak sekalan pup pas bobo bil?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s