Jl. Mulia

Posted: 4 August 2015 in Uncategorized

Sebenernya setiap hari juga udah sering denger, tapi gara-gara sahur, suara bapak-bapak di mesjid ini jadi menelusup ke otak, meresap ke hati.

Itu loh, yang tiap sebelum subuh bangunin orang-orang sekitar untuk sholat shubuh berjamaah di masjid. Ngingetinnya bukan sekedar dari 5 atau 10 menit sebelum adzan. tapi udah dari dari jam 4 biasanya bapak ini udah bertengger di masjid terus cuap cuap ngingetin kalo sekarang udah jam segini, waktu subuh tinggal segini menit lagi. 5 menit kemudian diupdate lagi, sekarang udah jam segini, waktu subuh tinggal segini menit lagi loh, terus sampe adzan berkumandang.

Karena pas sahur otak jadi lebih on aja ngedenger semua omongan bapak ini, dan jadi kepikiran: ni bapak bangun dari jam berapa, sebelumnya mungkin doi udah qiyamul lail dulu, pas ramadhan malah udah sahur duluan juga, atau bawa cemilan di masjid sambil nunggu imsak. Melihat laki-laki di rumah yang ga semuanya selalu seger saat sahur, jadi makin takjub sama bapak ini, SELALU ada suaranya SETIAP sebelum shubuh via toa masjid. Bayangkan (!)

Lebih-lebih mikirin istri dan anaknya yang mengizinkan bapaknya pergi kepagian tiap shubuh, yang saya pikirkan adalah, betapa mulianya bapak ini. Pahalanya ga keitung dari orang yang bangun dan beribadah karena suaranya yang menggema ke setiap kamar tidur. Lalu saya pun memreteli kemuliaan bapak ini …

Yang dia korbankan adalah, waktu tidur, waktu leyeh leyeh di kasur, waktu sahur yang lebih lama, waktu QL yang lebih lama dan tenaga untuk melakukan itu semua. Kemuliaan dengan waktu dan tenaga. Siapa sih yang ngga punya nyo?

Harusnya kan saya juga bisa kan? bangun lebih pagi dari biasa, QL, sahur kilat, terus ke masjid nyalain microfon, cuap cuap. Kenapa ngga bisa? Atau bisa juga saya suruh ayahnya Bilqis, bangun lebih pagi, QL, sahur seadanya, terus hush hush ke masjid buruan sebelum bapak itu sampe duluan *lah kok jadi balapan* 😀 saya jadi pegang peran istri mulia, gapapalah waktu leyeh leyeh kita berkurang wkwkwk

Tapi kenapa sepertinya komentar anda adalah: YAKALI KAYAK GITU BE …

Haha, iya kenapa sepertinya hmm ngga sreg aja kan kalo aku yg bangunin warga segampong yah? karena ternyata, GA COCOK 😀

Setiap orang punya potensi untuk membuat jalan mulianya sendiri sendiri, kita boleh iri dengan jalan yang orang lain pilih untuk menjadi mulia, untuk melipatgandakan pahala dengan langkah yang tidak begitu banyak, tapi efek pahala yang didapatkan adalah domino. Efek domino memang bisa didapatkan dengan cara melakukan hal baik (lalu berharap menjadi teladan, dan pahala diteladani itulah yang menjadi domino). Tapi efek domino dari mengajak secara konkrit lebih ih waw lagi saya pikir, mengajak, memastikan yang diajak melakukan, memastikan yang melakukan mengajak yang lain dst, tidak mungkin hasilnya tidak wow mejik sekali jalan dakwah itu bukan?

Bapak toa masjid ini sudah mencontohkan dengan sangat jelas bagaimana mencapai jalan mulianya, tapi walau saya bisa meniru semua yang bapak ini lakukan, ah rasanya bukan itu jalan saya. Saya juga pasti bisa membuat jalan mulia saya sendiri, kamu apalagi ya amfun bisa banget. Apa serunya jika semua sama? yuk berlomba membuat jalan mulia masing-masing !

Selamat berkreatifitas, dan meski melalui jalan mulia yang berbeza beza, semoga kita dikumpulkan kembali di ujung jalan yang sama.

fi amanillah 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s