Bahagia Itu (Tidak) Sederhana

Posted: 31 July 2015 in Uncategorized

Sudah saya buktikan, bahagia sama sekali tidak sederhana. Setiap kali kita merasa begitu sederhananya hal yang bisa membuat bahagia, mari pikirkan kembali …

Berawal dari saat ASI saya seret

Dulu, saat masih single hingga hamil tua, saya pikir mudah saja memberi ASI pada bayi. Tiap bayi lapar, tInggal leb, tinggal leb, lantas bayi akan tenang dan akan menchubby sengan sendirinya. Ya, nyatanya memang banyak yang mengakui itu, asal ibu makan banyak dan bergizi, banyak minum, tidak stress dan bisa menjaga kehappyan dalam diri, maka ASI akan lancar. Tapi, itu tidak bekerja pada saya. Dengan basic karakter melankolis, hormone naik turun, kekhawatiran dan ketakutan macam macam, ASI saya yang semula membengkakkan dada kian surut, kata orang jangan stress: OH NO, saya stress mikirin ASI yg berkurang itu … Kata orang jangan dipikirin, PD terus ASImu banyak: OH NO, gw tau kali, kerasa kalo seret, gabisa boongin diri sendiri ..

Saya pun merasa, oh Allah, sulit sekali menyusui ini, ingin sekali ASI tumpah ruah tapi bagaimana caranya? Konsumsi banyak sayuran dan pil hingga jamu pelancar ASI tak memberi efek apapun. Saya pun berpikir, jika ASI saya banyak, saya pasti begitu bersyukur, karena ASI yang banyak tidak mudah sama sekali didapatkan, tidak sederhana sama sekali.

Lalu masa MPASI pun tiba

-Bahagia itu sederhana- mulai terasa di fase ini. Mudah sekali mengenalkan makanan pendamping ASI pertama pada Bilqis. Berbagai varian buah tak pernah bersisa, campuran karbo, sayur, protein, lemak, ludes di setiap waktu makan. Seiyuh-iyuhnya itu campuran dan rasa makanan, akhirnya akan habis juga. Membuang makanan dan masa masa GTM (Gerakan Tutup Mulut) saya alami sesekali, tapi tidak berlangsung lama. Pada dasarnya, Bilqis suka kegiatan mengunyah ini, hanya butuh sedikit kreatifitas dan inovasi. Saat itu bagi saya, bahagia itu sederhana, nyuapin Bilqis yang lahap makannya 🙂

Lalu kesederhanaan lenyap segera saat saya membaca sharing seorang ibu di sebuah grup emak emak, tentang anaknya yang sejak MPASI hingga balita masih susah makan. Yang bikin lebih kaget lagi, saat saya baca bejibun komen ibu lain yang mengalami hal serupa dan lebih parah, belum pernah lihat anaknya lahap makan, tiap makan hanya 3 suap, modifikasi apapun ditolak. Bagi mereka pasti, kegiatan memasukkan makanan ke perut bayinya terasa rumit. Tak ada sederhananya sama sekali.

Dari 2 kasus inilah, saya mengingat lagi masa masa dari hamil hingga saat ini, hal hal -bahagia itu sederhana- yang saya jalani bersama Bilqis, dari proses lahiran yang bisa dibilang mudah dengan 1x ngeden, easy baby; mudah saja membawanya keluar tanpa rewel, mudah digendong orang lain, rambut yang tumbuh tebal setelah 3kali dibotak, berat badan yang naik meski tak jelas terlihat karena badannya yang jangkung, sakit yang -hanya- demam batuk pilek tanpa komplikasi lain, perkembangan motorik halus yang memukau, keberanian melakukan hal baru, dan banyak lagi, yang ternyata bisa jadi tidak sederhana di mata ibu yang lain.

Karunia berupa Bilqis, merawatnya dan merasakan sensasi jadi emak emak lah yang membuat saya berpikir, bahwa:

Tidak ada yang sederhana jika Allah tidak berkehendak

Tida mudah merasakan bahagia jika Allah tidak izinkan

Dan kehendak Allah itu, begitu rumit, tak ada rumus, tak bisa diikutcampuri

Maka jika kini sedang merasa bahagia atas hal yang terlihat sederhana, sadari bahwa hal-hal sederhana itu hadir dengan cara yang tidak sederhana, semuanya super istimewa, Allah limpahkan pada kita

Semoga, sesederhana apapun bentuk karunia, kita bisa rasakan bahagia

Semoga, bertambah selalu rasa syukur itu

Semoga, bertambah gila pula,

cinta kita padaNya ❤

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s