Pillow Talk ~

Posted: 19 March 2015 in Uncategorized

Tak pernah saya kira, saat menjadi ibu dan tidak bekerja di luar rumah, saya bisa skip beberapa waktu mandi.

Bukan karena malas atau merasa belom bau, tapi karena adaa aja yang harus diliatin, tidak lain dan tidak bukan adalah Bilqis sebayi.

Suatu sore saya terlalu asik main dengan Bilqis yang entah karena makan beras merah atau karena ngemutin sampah di lantai, jadi hyper sangat, energinya ga abis abis buat main kemana kemari sampe lewat jam seharusnya tidur malam. Celananya kotor tepat di lutut seperti pulang outbond, rambut keritingnya basah penuh keringat dan bau acem.

Saya? Tentu saja belum mandi. Tadinya saya berencana mandi setelah menidurkan Bilqis, tapi rencana memang sebatas itu saja kemampuan manusia, Allah yang menentukan hasilnya. Dan tadaa, lewat jam 9 bayi itu masih asik manjat dan ngacak ngacak. Kurang lebih jarum pendek sebentar lagi sampai di angka sepuluh, akhirnya saat yang ditunggu tiba, Bilqis ngantuk, namun di saat yang bersamaan … saya juga ngantuklaah! :O

Malam itu ayah Bilqis kuliah malam, pulang sekitar pukul 10 malam, demi menunggu ayah bilqis pulang tentu saja saya malah ketiduran sambil ngelonin bayi. *sorry bukan tipe ga makan karena nunggu ayah datang, atau ga tidur sebelum ayah pulang wkwkwk*.

Sampailah kita pada waktu tidur yang resmi, yaitu setelah ayah pulang, makan dan mandi. Saya? mana inget kalo belom mandi, ngantook. Lampu dimatikan dan kami akhirnya bisa melepas lelah dengan damai, hari ini selesai sudaah, yeeaah

Namun, inilah pillow talk yang menyakitkan hati, datang dari mulut ayah Bilqis, suami saya sendiri (!!!)

Bebe …

Hmmm?

Ih kok bau banget sih …

hah? bau banget banget? masaaa??

iih Bebe pasti belom mandi yaa?

iih aku emang belom mandi, tapi aku ga bau kaan

BAU BGT bebe ~

You know what ga sih rasanya digituin pas udah mau bobo? sakit banget parah …

mungkin ada yang biasa aja, tapi gw tuh mantan duta mandi spesialisasi keramas meeenn, selalu wangiii, sakiitt

mau tau yang lebih sakit? pembahasan lanjutannya …

bebe, tadi di rafah aku baca koran republika, nah disana tuh ada kolom hikmah gitu, pas banget isinya tentang nasehat ibu buat anak perempuannya yang mau nikah. terus tau ngga? katanya istri tu harus menjaga mata dan hidung suaminya terhadap istrimya, jadi kalo diliat enak, dicium wangi

OKE END BGT GA SIH HIDUP GW

terus ada beberapa nasehat lagi, bagus banget deh tulisannya, kalo korannya masi ada aku baca lagi deh buat kamu, bagus banget beneran, buat Bilqis juga~

Akhirnya gw jawab dengan terbata-bata dan suara kecil

ayah, maafin ya aku bau, aku tadi main sama Bilqis, kayaknya aku juga keringetan deh, terus karena Bilqis malem banget bobonya aku jadi ngantuk dan lupa mau mandi, terus aku juga minta maaf karena aku gamau disuruh mandi sekarang karena dingin dan juga aku ngantuk ..

Permintaan maaf hanya dibalas cengar cengir keberhasilan menemukan kehinaan aku. Tidurlah kami dengan beberapa jarak karena kebauan yang kuperbuat. Esok malamnya, Ayah pulang membawa potongan koran yang tergunting rapi, itu loh si kolom hikmah republika, karena kertasnya terlalu rapuh dan udah pernah ketemu Bilqis jadi agak koyak, maka ijinkan saya melestarikan tulisan tersebut disini, semoga bermanfaat 🙂

BUAH MENDIDIK ANAK

Oleh Iman Nur Suharno

Suatu malam yang tenang dan hening, seorang ibu bernama Umamah binti Harits sedang memberikan nasihat kepada putrinya yang bernama Umu Iyas bin Auf pada malam pernikahannya. Kata sang ibu, “Putriku, sesunguhnya engkau telah memisahkan dirimu dari lingkungan yang darinya engkau keluar. Engkau telah meninggalkan kehidupan yang darinya engkau berkembang. Seandainya seorang perempuan tidak membutuhkan seorang suami karena kecukupan dari orangtuanya dan kebutuhan orang tua yang sangat pada anaknya maka engkau menjadi orang yang sangat tidak membutuhkan suami. Namun, wanita diciptakan untuk laki-laki dan baginya laki laki diciptakan.”

Lanjutnya, “Nasihat yang pertama dan kedua, engkau harus rendah hati dengan senantiasa bersikap menerima dan selalu mendengarkan serta taatkepadanya. Ketiga dan keempat, hendaklah engkau menjaga kebersihan sesuatu yang kepadanya hidung dan mata suami tertuju. Jangan sampai ia melihat kejelekan ada pada dirimu dan jangan sampai ia menciummu kecuali engkau dalam keadaan sangat wangi.

Kelima dan keenam, hendaknya engkau selalu siapkan waktu tidur dan makan baginya. Karena, kelaparan akan membuatnya garang dan kekurangan tidur akan membuatnya mudah marah. Ketujuh dan kedelapan, hendaklah engkau menjaga hartanya, memelihara kehormatan, dan putra-putrinya. Dapat mengurus harta adalah sebuah perhitungan yang baik dan dapat mengurus anak adalah kemampuan mengatur yang baik.

Kesembilan dan kesepuluh, janganlah engkau melanggar perintahnya. Janganlah engkau menyebarkan rahasianya. Jikaa engkau menentang perintahnya maka membuat hatinya dongkol. Jika engkau menyebarkan rahasianya maka engkau tidak bisa menjaga kehormatannya.

Kemudian hendaklah engkau tidak tampak senang di hadapannya manakala ia sedang sedih. Tidak pula engkau bersedih ketika ia dalam keadaan berbunga-bunga.” (kisah Aidh al-Qarni dalam bukunya, Menjadi Wanita Paling Bahagia).

Subhanallah,. Itulah kisah inspiratif seorang ibu yang berusaha mendidik putrinya dengan ketulusan hati. Ia telah mendidik dengan hati. Menyentuh hati dengan hati akan meninggalkan pesan yang mendalam bagi anak dan akan selalu teringat hingga dewasa.

Mengapa seorang ibu begitu tulus dalam mendidik anak? Sa’ad Karim dalam bukunya, Nasha’ih lil Aba Qabla Uqulil Abna, menyatakan, jika seorang ibu dapat memainkan perannya dengan baik dalam mendidik maka kelak ia akan memetik buah manisnya dari sang anak berupa ketaatan, birrul walidain, dan kesuksesan di dunia dan akhirat.

Semoga Allah selalu membimbing kita para orang tua untuk dapat mendidik anak dengan ketulusan hati dan merain buahnya. Aamin.

Begitulah, 10 poin nasihat, dan setelah baca ayah ngetes suruh sebutin ulang 10 nasihat itu, terutama poin ketiga dan keempat tentu sajaa wakakakk

baiklah, terimakasih ayaaah ❤

Bilqis nanti hafalkan ini juga yhaa ! 😉

Advertisements
Comments
  1. Hahaha…ngebayanginnya guling” mba.. 😀 but..nice post..terimahkasih..

  2. Mba ..aku ijin copy tulisan dari kolom republika yah… lagi-lagi terimakasihh.. 🙂

  3. bahahhahahha ka anhar niat bangeeeet.. hahaha.. ada aja ya jalan yang “meluruskanmu” be.. hahahaha..

  4. […] Berikut kutipan nasihat Umamah binti Harits untuk putrinya menjelang pernikahan (dikutip dari sini) […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s