Rabb, hidup macam apa ini? :’ #3

Posted: 13 February 2014 in Uncategorized

Kata Allah, cintai Aku

Tapi kenapa?

Allah ..

Beri aku banyak godaan untuk berpaling, banyak .. macem-macem 😦

Ini awalnya menyebalkan, jadi begini ceritanya ..

Hmm tidak, aku tidak ingat bagaimana mekanismenya sampai ..

Aku mual, muak dengan bau sabun mandi itu, shampo apalagi ..

Bau body lotion, parfum yang kakak suka jika aku pakai, bau pewangi baju, wangi seprai, selimut, bed cover, karpet, huekkss

Aku benci semuanya, bau semua orang yang baru selesai mandi, aku lebih benci lagi

Aku tak lagi suka mandi, sekedar cuci muka pun, aku tak melakukannya dengan tulus ikhlas seperti biasanya. Aku biarkan 3 hari hanya mengganti celana dalam, kubiarkan ketombe berkembang biak di kepalaku, aku malas bergerak, tak semangat beranjak, aku malas mencium berbagai bebauan di luar sana

Aku muntah untuk semua itu, yang kusukai adalah bau makanan, ya aku suka makan ..

Tapi hanya perlu menunggu beberapa saat saja setelah makan, untuk Kau beri aku kesempatan mengeluarkannya lagi dengan dahsyat, kilat, dan perutku kosong lagi seketika .. kasian yang masak 😦

Allah, apalagi ini? Pengalaman hidup macam apa yang ingin Kau berikan?
Aku tidak suka mual di setiap tempat, muntah di semua kamar mandi di tempat yang aku singgahi

Aku kesal, mualnya hanya hilang saat tidur yang kuusahakan dengan susah payah, dan saat bangun aku disambut lagi dengan naiknya asam ke atas, membuncah ingin dikeluarkan lagi dan lagi setiap hari

4 bulan aku akhirnya terbiasa untuk muntah setelah makan, untuk tahan nafas saat memakai pakaian yang wangi, memejamkan mata saat keramas. Aku terbiasa .. dan gerakan itu memalingkan ingatanku akan semua muntah yang pernah tumpah

Tendangan kecil itu

Rasa apa ini Allah?

Kau beri aku apa lagi?

Tetiba aku lupa pernah menangis lelah karena bolak balik tergopoh” untuk mengeluarkan isi perut, merepotkan semua orang, membuat kakak kesal karena aku tak bergairah menjalani hidup

Tapi sungguh, tendangan itu memberi kebahagiaan, detak jantungnya yang bisa kuraba di permukaan perut ini apalagii? >o<

Lantas aku berpikir baik-baik kini

Aku tau, aku tau, Kau akan beri aku kebahagiaan berupa makhluk mungil lucu, yang aku idam-idamkan sejak dulu, nanti aku akan mencintainya sepenuh hatiku, mengorbankan semuanya, tapi sekarang aku tak lupa sama sekali, kalau peraturannya tetap Allah yang nomer satu

“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi amal kebajikan yang terus menerus adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.”
QS. Al Kahfi: 46

Ah, aku tidak akan ceritakan pada bilqis nanti, rasanya jika tidak ada lagi ibu, tapi suatu hari, jika kamu bisa membaca ini, kamu sudah tau kan bagaimana menyikapi perpisahan? Nak?

Aku kini selalu bersiap-siap, kamu pun, berusahalah :*

Advertisements
Comments
  1. athaarawinda says:

    ok, i almost cry. suka bgt sama pemilihan kata-katanya *anak fiksi, selalu lemah sama pemilihan kata*

  2. ndahndaaa says:

    🙂

  3. ushmrkstv says:

    shaliha.. udah melahirkan kah?

    setelah melahirkan akan lebih tenang, tapi lebih degdegan juga heu.

    selamat menjadi ibu, barakallah 🙂

  4. Anonymous says:

    hai bebemignone..aku mampiiirr.. Ratu Bilqis ayo kasi kesempatan emakmu buat nulis lagii..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s