keluh kesah

Posted: 8 June 2013 in Uncategorized

 

“Gue nggak bisa belajar nih kalo berisik”

“Gimana gue mau ikut seminar itu? Gue nggak punya duit”

“Gila, masa buku referensi dari dosen mahal banget harganya. Ngga ke salon deh bulan ini

“Ngapain gue mikirin orang lain, dia aja nggak mikirin gue!”

Keluh kesah seperti ini mungkin banyak kita dengar dari orang-orang di sekitar kita. Mungkin kalian bisa menambahkan yang lain atau keluh kesah kalian sendiri. Bukan cuma orang miskin atau susah aja yang berkeluh kesah, tetapi orang yang kaya atau senang pun akan berkeluh kesah juga.  Tenang kawan, keluh kesah ini akan menyerang setiap orang. Tidak peduli tua, muda, remaja, anak-anak, kaya, muda, lelaki, ataupun perempuan. Karena ini semua sudah tertulis di dalam Al-Qur’an Surat Al-Ma’aarij : 19, yang artinya:

Sungguh, manusia diciptakan bersifat mengeluh.”

Ini pernyataan yang Alloh buat, sehingga sifat keluh kesah sudah menjadi sifat dasar bagi setiap individu. Kemudian Alloh tambahkan lagi pengertian keluh kesah ini di dua ayat berikutnya masih dalam surat yang sama, artinya:

Apabila ditimpa kesusahan, dia berkeluh kesah. Dan apabila mendapat kebaikan (harta), dia jadi kikir.”

Manusia berkeluh kesah ketika ditimpa kesusahan. Tetapi, kalau kita perhatikan banyak juga manusia yang berkeluh kesah ketika mendapat kesenangan.  Misalkan, ketika seseorang mendapatkan kenaikan gaji, terbersit di hatinya “harusnya gue dapat gaji yang lebih besar lagi.” Begitulah manusia, kondisi apapun yang diterimanya tidak dapat lepas dari sifat ini. Jadi, kita semua akan berkeluh kesah teman-teman, baik disadari atau tidak.

Kalau kita perhatikan lanjutan dari Surat Al-Ma’aarij itu dari ayat 22-34 ada cara menghilangkan sifat ini. Tetapi, setidaknya ada 2 cara yang dapat kita lakukan dalam mengurangi bahkan menghilangkan sifat jelek ini, yaitu dengan bersyukur dan berbaik sangka kepada Alloh.

Dua cara ini akan selalu berdampingan dalam menangkal keluh kesah.

-Ketika kita belum diberikan kekayaan, maka bersyukurlah dengan kondisi kita saat ini. Lihat kondisi orang-orang di bawah kita dalam ekonomi. Kemudian disambung dengan berbaik sangka kepada Alloh, mungkin jika kita kaya, maka kita akan lupa beribadah dan berlaku sewenang-wenang.

-Ketika kita belum dipertemukan dengan jodoh kita, maka bersyukurlah bahwa kita tidak terperangkap dalam zina. Kemudian berbaik sangka, mungkin Alloh ingin memberikan kita kesempatan untuk memperbaiki diri dan belajar ilmu berumah tangga karena kita belum bisa mengurus diri sendiri.

-Ketika kita belum mendapat IPK yang terbaik, maka bersyukurlah dengan IPK yang kita dapat saat ini karena itu hasil usaha kita. Kemudian berbaik sangka lagi kepada Alloh, mungkin kalau kita mendapat IPK terbaik akan membuat kita menjadi sombong.

-Dan masih banyak ketika ketika yang selanjutnya. Tinggal kalian tentukan dan temukan sendiri….

Image

Akhirnya, mari kita biasakan untuk bersyukur dan berbaik sangka kepada Alloh sehingga kita bisa menghilangkan sifat keluh kesah kepada manusia. Alangkah baiknya jika keluh kesah itu kita tujukan kepada Alloh karena Dia adalah sebaik-baik pemberi solusi untuk semua permasalahan kita. Selamat mencoba!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s