Pagi rempong sebulan lalu >o<”

Posted: 23 March 2013 in Uncategorized

The world is full of surprises

But there’s always a happy tomorrow

Like the colors of a rainbow

We will shine, we will shine

Laalalalaalaalaaalaaaa we wiil shine

We will shine-Kumon

Alarm sound track iklan kumon kiriman Nurida dari blackberryku berbunyi, tandanya jam 3 pagi. Biasanya aku membiarkan kumon ini mengulang terus lagunya yang cuma sebait, modus pengumpulan nyawa yang sebenarnya adalah males bangun. Padahal aku baru terpejam jam 23.00 semalam, tapi aku mampu sekali membulatkan pupil mataku segera. Ahh benarkah hari ini datang ya Allah? Hari ini aku akan menikah! perutku akan bergejolak jika terlintas kata-kata itu. Kubuka beberapa notifikasi di HP, kubalas beberapa mention twitter, bbm, sms yang memberikan semangat-semangat di waktu-waktu terakhir single ini. Haaahhh, Ya Allah, hari ini aku menikah! Aku mau muntah!!

Sedikit berlari aku turun ke lantai bawah, mencari kamar mandi terdekat. Kutahan agar tetap tidak muntah, weeks, aku kan mau menikah kenapa aku udah ngerasain trimester pertama sepagi ini. Hueks, aku tidak mau muntah, aku udah langsing, nanti tambah langsing, terlalu ideal itu ga asik kata Oni. sama halnya kayak IP 4. terlalu bagus. Oke, jadi tahan be, tahan!

Dan seperti yang sudah kuduga, sejak alarm-alarm lain mulai bersahutan dimulai dengan teriakan JKT 48: “JOYFULL, KAWAII, TRY TO THE BEST!!” punya fathimah itu bunyi, disambut “Al-Haqqah, hari kiamat, Mal haqqah, apakah kau tau apa hari kiamat itu?” punya khadijah, musik mellow rosit yang ga cocok sama sekali jadi alarm tapi bunyinya itu nyebelin minta dimatiin deh kalo denger, aku tau, pagi ini tidak akan berjalan khidmat seperti pagi-pagi di rumah calon mempelai yang lain, rumah ini tidak akan khidmat, karena sebentar lagi semua akan bangun, lebih tepatnya aku deng yang harus bangunin .____.

Daan setelah dengan susah payah dibangunin,kerempongan pagi ini dimulailah lebih pagi dari biasanya, lebih pagi dari pas Oni nikah lebih tepatnya ..

Siapa yang ngomong buat siapa. Bebas.

Obin jangan bengong-bengong gitu, mandi sekarang

emang kamu udah mandi?

belom, aku kan ngurus kalian dulu, udah deh gausah ngatur-ngatur aku

jah, kita harus buat sarapan!

kamu buat sarapan, aku buat bekel. oke

awas ya sol, airnya jangan kebanyakan mentang” mi-nya banyak, nanti bumbunya ga kerasa, jangan kelembekan

whatever yang penting ada rasanya

sofi peniti sama brosnya udah dibawa?

Ya ampun aku belom solat subuh!

kamu liat ngga bros aku?

kan kaan kaaann aku udah bilang semalem siapin semuanya, aku gamau tau

wooy semuanya sarapan duluuu

dobelan kerudung aku mending ini apa yang ini?

jangan tanya aku, Pjnya khadijah semalem, jah kamu yang bener dong kerjanya

Faath, siapin air di tupperware!

Aku ga inget mukanya ka anhar gimanaa~

Bebee makan duluu sini mamah suapiin

Mam aku gabisa nelen, aku mau muntah 😦

Kerudungnya dipake asal-asalan dulu aja gapapa, nanti dibenerin disana

Anak-anak sudah jam berapa ini? Ayo ayo time is waktu!

Pokoknya aku udah ingetin semuanya yaa, nanti aku gabisa ngurusin kalian lagi, aku mau nikaah

astgahfirullah aisyaah, ini udah jam berapaa? Kamu baru mau mandii??!

Tempat bekel, tupperware jangan lupa dibawa! Jangan cuma disiapin doang ..

Masuk mobiil!!! pak burhan udah mau meledaak nungguin kalian semua!

Fiuh, akhirnya kloter 1 berangkatlah. Semua anak perempuan isinya. Karena di rumah rempong tadi ba’da shubuh kita belom tilawah dan muraja’ah. Jadilah sepanjang jalan rumah dan gedung kita muraja’ah hafalan bersama. Hafalannya sofi biar semua bisa ikutan. Muraja’ah dicampur keberisikan macem” komentar anak-anak perempuan hasim ini membantu mengurangi mual-mual dan sakit perut. Tapi perasaan untuk ga sampe-sampe ke gedung itu sangatlah ada …

IMG_4084

Sampai di gedung semua berjalan begitu cepat. Tak lepas dari keberisikan anak-anak hasim yang gabisa ga rempong. Yang gasuka dandanannya sendirilahlah, gamau model kerudungnya sama kayak sodaranyalah, masih ada yang muraja’ah, yang kerjaanya komen dandanan semua orang, yang foto-foto, laper, aaaaaaakkkk~ saat itu aku sudah mati rasa. Kalau orang bertanya apa rasanya di waktu-waktu ini, maaf tapi jawabannya memang tidak bisa ditulis. Mungkin aku sendiri yang tak sanggup menulis. Cuma ada di dalam hati. Sensasinya hanya bisa dinikmati sendiri. Yang pasti, tanganku, dingin.

Tamu dan sahabat mulai berdatangan, beberapa langsung mampir ke ruangan dimana aku ditinggal sendirian. Aku minta mereka ikuti saja suksesi akad di gedung, mendengarkan khutbah nikah secara langsung, dimana malaikat banyak terhimpun, saat-saat mustajab terkabulnya doa-doa :’)

Suara dari gedung tak begitu jelas terdengar dari ruanganku. Seseorang membuka pintu

Shal kedengeran ngga?

Apa?

Akadnya!

Ngga .. udah ya??

Uudaaaaahhh, 1x, tegas banget, masa sih ga kedengeraan?

Haah aku ga denger apa apaaa :s

Alhamdulillah, meski berjalan tidak terlalu cantik pada prosesinya dari sudut pandang aku *apapula*, aku sudah sah, sudah menikah. Rasanya lagi? Aah maaf tak bisa dituliskan, tapi asal kalian tau, mual, sakit perut dan sakit kepala itu aku tak sadar kapan ya, tapi tetiba mereka sudah lenyap begitu saja hahay~

Memasuki gedung, hwah! Ramai sekali tamu-tamu akad ini. Semoga keberkahan menaungi kalian semua :’) aku langsung mencari wajah Kak Anhar, jujur aku benar tak bisa membayangkan wajahnya sama sekali. Wajah yang akan mengisi hari-hariku selanjutnya, menambah warna-warni kehidupanku, ternyata papa, mama, puji, kucing Y, bu juju, teh iyeng dan 9 saudara di rumah masih belum cukup warnanya ya? Haha. Allah beri lagi 1 warna baru ^^ Subhanallah, Alhamdulillah, Allahuakbar :’)

Duduk di kursiku, kutatap jelas wajah bapak di depanku, dan yak speechless T.T gabisa ditulis, pokoknya aku sayang banget sama bapak karena Allah dan karena sudah memilih ibu jadi pasangan hidupnya sehingga bisa menjadi ibu terbaik se alam semesta. Tak terlalu kudengarkan penghulu mengucapkan apa, aku ikuti saja, tanda tangan dimana dimana, penyerahan buku nikah, penyerahan maskawin, dan sentuhan tangan pertamaku untuk laki-laki yang sudah halal bagiku. Betapa mencium punggung tangannya hanya bisa menjadi halal setelah pengucapan ijab kabul ini, dengan para saksi dan wali ini. Maha Besar Allah.

487158_381589638605696_215629826_n

Udah deh, karena judulnya PAGI, jadi segini aja ya! 😀 pagi kan sampe jam sepuluhan yah hehe 😀 ini foto sesaat setelah akad dan sungkempelukan. Oni ga ikut, dia lagi di jepang 😦 ya, itu fakta paling menyedihkan. Rosit karena keseringan jadi panitia, orang kalo liat dia bawaannya pengen nyuruh apa aja, jadi saat foto ini diambil rosit entah lagi jadi asistennya siapa disuruh apa. Whatever ..

Ya, begitulah, dan akad usailah sudah. Sepotong kisah pagiku dalam episode lalu. Mulai detik itu, warna benangnya yang sangat asing mengait erat pada benang hitamku. Dan hari ini tepat satu bulan sejak pagi itu. Benangnya semakin kuat mengikat. Semoga simpulnya tak lepas lepas, hingga akhir dunia, hingga akhirat selamanya.

Hey, mungkin masih ada yang ingin menanyakan kuncup bungaku?

Sudah bermekaran

Warna-warni

Dan wangi 😀

Advertisements
Comments
  1. Nurida says:

    aku akan menikah dan aku ingin muntah! hahahahaha.. woi..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s