Cuci Mata

Posted: 25 January 2013 in Uncategorized

Image

Terima kasih ibu hadir sejak kali pertama kita punya tanda-tanda akan hadir. Dan karena terima kasih itu, ia rela melakukan apa saja untuk kita, sekuat yang bisa ia lakukan. Rela menderita agar kita bahagia. Rela hidup pelik agar kita terdidik

***

Ibu dengan terima kasihnya yang dibalut cinta, tak pernah lelah berkorban untuk kita. Tak pernah menghitung yang ia berikan.

***

Terima kasih ibu, karena kita telah ada di sisinya, mengisi hidupnya, meramaikan hari-hari sepinya. Meski setelah dewasa kita justru seringkali menciptakan rasa sepi untuknya.

***

Tapi, ibu memberi tanpa mengharap balasan, maka dia tak pernah menuntut. Sebaliknya, ibu selalu mengapresiasi apa yang kita coba berikan, meski itu sepele dan tak bernilai.

***

Saat kita masih belia, belum banyak yang bisa kita berikan. Saat kita cukup dewasa dan bisa sedikit demi sedikit merajut bakti, seringkali justru itu adalah saat dimana kita dipisahkan oleh jarak dan waktu.

***

Ibu tak pernah berharap balasan atas apa yang sudah diberikan untuk anak-anaknya. Dia hanya melakukannya. Untuk semua perhatiannya, untuk semua curahan kasih sayangnya, untuk seluruh pengorbanannya, untuk semua yang telah dia berikan untuk kita anak-anaknya.

***

Ketika mengucapkan terima kasihnya, ibu tidak berhenti disitu. terima kasihnya berlanjut dengan doa, bertaut dengan pengharapan, menyatu dengan permintaan.

***

Tanpa kita tahu, ibu selalu berdoa untuk kita. Tanpa henti. Tanpa putus. Di siang hari, terlebih di gelap gulitanya malam.

***

Semakin kita selami kata terimakasih itu, semakin berat kita merasakannya. sebab ini bukan sebuah hubungan timbal balik yang setara. Saat seseorang memberi, lalu di sisi lain ada orang yang menerima lalu mengucap terima kasih. Bukan seperti itu.

***

Terima kasih itu, adalah bukan apa yang ibu rasakan dari kita, tapi apa yang ibu rasakan tentang kita. Maka melengkapi kebahagiaan terima kasih itu, kita harus terus berbenah diri.

***

Tarbawi Ed. Khusus. Januari 2013

Advertisements
Comments
  1. Yoga Nugraha says:

    Keren judulnya, cuci mata :’)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s