Sumfah, Ane Zuzur!

Posted: 18 September 2012 in Uncategorized

Kesibukan pagi ini diramaikan oleh sebuah tema yang sedikit basi tapi baru meledak di mayarakat Indunisiah << Arabic verzyiong << France ala ala << cukup shali ..

Rohis Teroris!! 😀

Akhirnya terkuak juga ya, di Indonesia. Padahal gerakannya sudah berjalan *rahasia* tahun di tanah air.

Kalo boleh ber#SumfahAneZuzur izinkan saya yang bertandatahilalat di bawah alis kiri ini menceritakan sedikit pengalaman terindah saya selaku mantan pengurus setia Rohis SMAN 5 Bogor. Saya punya banyak kisah seru disini, tapi terlalu indah untuk diceritakan, ntar pada iri hati dan dengki. Jadi jadi jadi saya akan fokus pada hal-hal yang secara lembut mengarah pada hal-hal yang kata orang yang diundang sama MetroTV bilang sih terorism << kata orang sih TV ini yang bilang, da saya juga ga nonton, kalo salah mohon maaf lahir batin, ya tapi kalo ternyata bukan itu berarti MetroTV harus bener” bersihin namanya, buruanlah, udah kesebar banget loh met, sabar yak. Cup.

Mau bener, mau salah. Ga peduli. Pokoknya udah ketauan. Ada yang menganggap Rohis merupakan wadah rekrutmen teroris.

Okesipp. Mulai Shal. Aduuh sebentaar. degdegan. *minum air putih* *ke kulkas dulu* *makan es yoghurt soberi*

Mari kita mulai dari belakang , jauh jauh ke belakang, tantang asal mula kenapa sampai ada ROHIS di sekolahan anak si doel

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang shaleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh-sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku” (QS. An-Nur:55)

Islam sudah sempurna, dan Allah janjikan suatu hari Islam akan menang. Jadi dengan maraknya penghinaan terhadap islam saat ini, sebenarnya tak menggeser sezarrah pun kesempurnaan agama ini. Kewajiban muslim atas menangnya islam itu adalah YAKIN. Dan menjadi bagian kemenangan islam dengan kemampuannya.

Mungkin hari ini sama sekali tidak terlihat simpul akan terjadinya janji tersebut, mungkin di masa yang akan datang dan bukan kitalah yang merasakan masa itu datang. Tapi setidaknya ada kontribusi kita hari ini, untuk kejayaan islam di masa depan.

*oke ini lagu The Adams bikin gabisa konsen men, ganti*

ISLAM adalah agama Rahmatan’lil Alamin, rahmat bagi seluruh alam, berarti Islam akan meliputi seluruh kehidupan manusia di dunia. Jika kita buat contoh benua-benua adalah bagian dari dunia, kemudian di dalam benua terdapat negara-negara, di dalam negara terdapat negara-negara bagian, provinsi, kota, kabupaten, desa, kampung, masyarakat, keluarga, dan berakhir pada manusia secara individu.

Berarti kan, kalo hari ini islamnya belum menguasai dunia, berarti islamnya dimulai dari individu-individunya ya. Disini setuju? lanjut. Setelah individu, meluas jadi keluarga-keluarga yang membentuk masyarakat, maka dari itu, perangkat” masyarakat seharusnya dipegang oleh orang” yang memahami islam dengan baik ya ngga? Bayangkan kalo setiap individu sudah memahami islam dengan baik, kesadaraanya membangun keluarga islami akan lebih mudah. Ini dia teori aa Gym ttg dakwah, dimulai dari diri sendiri, dari yg kecil dari sekarang!

Seperti halnya membangun rumah, merupakan tumpukan dari bata-bata. Anggaplah islam di dunia merupakan bangunan besar, yang dibangun oleh manusia-manusia di dalamnya. Dan akan terbangun lengkap jika semua manusia melakukan gerakan yang sama. Jadi jangan pernah merasa dakwah kecil yang kita lakukan tidak berpengaruh atas berkembangnya islam di dunia. Jika semua keluarga melakukan hal kecil yang sama, maka pengaruhnya tidak akan kecil. Begitupun dengan sekolah. Dimana para penerus bangsa mendedikasikan waktu mudanya untuk belajar bekal masa depannya, merupakan waktu yang tepat sekali pula untuk dibekali hal-hal yang jauh lebih penting dari sekedar IPA IPS.

Nah, akhirnya biar cepet langsung sampe >> dibentuklah Kerohanian Islam di sekolah-sekolah, Rohis ini merupakan hasil perjuangan dakwah senior” kita dulu. Oke kalo kata orang yang diundang Metro TV kita buat ekskul-ekskul  di masjid, ya itu namanya Rohis brosis 😉 karena kan muslim emang pusat konsolidasinya di masjid dong dong doong.

Fiuh, akhirnya sampe juga di sekolah.

Langsung ya, sebelum terlalu ngantuk. #SumfahAneZuzur saya sangat aktif di Rohis SMA, disini saya menjadi pengurus selama 3 tahun, ya dari kelas sepuluh sampe kelas duabelas. Seperti janji saya di awal, saya ga mood cerita seru senang bahagianya jadi anak Rohis, tapi menceritakan poin penting dari adanya Rohis di sekolah, yaitu mendukung program Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam, menjalankan kewajiban anak SMA muslim, yaitu mewarnai kehidupan SMA dengan warna-warna islami.

Saya sempat menjabat sebagai koord. Departemen di Rohis yang bertugas mendata seluruh siswa/i di sekolah. Yang pakai jilbab, yang tidak pakai jilbab, yang merokok, yang aktif di ekskul, yang aktif di tempat nongkrong depan sekolah, yang pacaran, yang orangtuanya aktifis partai. SE.MU.A.NYA. Buat apa? Ya buat pemetaan sasaran dakwah. Dari data itu kita bisa mengukur kulaitas kerja dakwah kita, membuat kelompok-kelompok mentoring islam, kita buat program-program yang tepat untuk temen-temen biar lebih welcome sama islam, kita kasi hadiah dan ucapan untuk temen-temen yang baru pakai jilbab, kita tengok temen yang sakit, kita buat acara keputrian setiap jumat, bimbel buat temen-temen atas nama Rohis dengan ngundang alumni biar nilai anak-anak Rohis ga anjlok nilainya meski sibuk ngurusin ini itunya Rohis.

Itu tadi secuil kesibukan inti kita yang masih dilakukan di bawah nama Rohis. Yuk mari naik ke tingkat Akademik, kita advokasikan gimana caranya biar ni murid-murid semuanya bisa lebih bagus bacaan ngajinya, dapet masukan charge materi” islam minimal seminggu sekali, maka digembor-gemborkanlah mentoring di sekolah yang wajib diikuti sejak setelah masa orientasi siswa baru. Proses adanya mentoring di sekolah ini panjang bet ceritanya, cari di blog lain ya. Wkwkwk. Selain punya kelompok mentoring, diwajibkan pula kajian jum’at untuk akhwat setiap ikhwannya shalat jum’at, dan untuk ikhwan setelah jumatan, disana materi” islam dapat disampaikan dengan leluasa. Tentu saja lengkap dengan bukti kehadiran, absen, dan tanda tangan yang diwajibkan untuk nilai agama dan bikin anak-anak mau gamau, ikhlas ga ikhlas hadir utuh di acara kajian islam tersebut. Advokasi terakhir sebelum saya lulus, anak” mulai diinstruksikan untuk menggunakan rok panjang dan kemeja panjang untuk murid perempuan minimal di hari jumat.

1 lagi, tingkat perpolitikan sekolah, yeah, OSIS, Ekskul. Anak rohis punya kesadaran tersendiri untuk mewajibkan dirinya terus aktif di Rohis, walaupun sebenernya passion di luar sekolahnya ada di PMR, Pramuka, Pecinta Alam, Bahasa, Majalah Sekolah, Koperasi, dsb. Maka anak rohis tersebar di berbagai ekskul lain, dan punya kewajiban untuk menjadi pentolan disana, kenapa harus jadi pentolan? Ya agar segala kebijakan bebas dibuat oleh doi yang menjunjung tinggi nilai” islam, membangun suasana islam di setiap ekskul yg diikuti, dan satu yang paling penting, OSIS. Ekskul paling eksis dan berpengaruh di sekolah, setiap masa pemilihan, Anak Rohis melakukan rapat untuk menentukan calon ketua OSIS dari basis Rohis. Sudah menjadi rahasia umum, biasanya Anak Rohis akan mengeluarkan nama calon ketua OSIS, dan dengan segala kreativitas kampanye, pendekatan pribadi, kebaikan citra yang dibangun sepanjang tahun sebelumnya, akan memenangkan pemilihan ketua OSIS ini, dan ya semacam memenangkan pemilihan Presiden, kalian tau kan sebebas apa nantinya anak Rohis bisa menguasai kebijakan” di sekolah? B)

Semacam pemerintah Indonesia di jakarta sana, nantinya Ketua OSIS muslim ini akan menentukan kepala” departemennya, dan akan dengan mudah merekrut rekan” muslimnya menjadi pengurus OSIS, mengatur program kerjanya dengan leluasa, mengangkat Rohis ke permukaan, mewajibkan murid mengikuti ini, mengikuti itu, yak, ini dia gambaran kecil penggunaan kekuasaan sebagai alat dakwah. Inilah alasan kenapa sebagai muslim kita gabisa memisahkan politik dengan agama. Apakah kalian mulai merasa, ini adalah replika mini perpolitikan Indonesia? Right. Islam perlu memasuki kancah perpolitikan saat ini jika menginginkan nilai-nilai islam diterapkan di Indonesia.

Sebenernya ini bukan rahasia, pada belom tau aja ya? Ust. Hasan Al Banna udah nulis cara dakwah ini dari saya masih bocah, dan bukunya dijual dimana-mana. Silahkan baca Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin Jilid 1 dululah. Kenapa Ikhwanul Muslimin? Ya karena saya bacanya di buku itu aja sih .. hehe

Pusing ya jadi anak Rohis, ribet banget ngurusin orang. Hehe. Kalo kepikiran kek gitu berarti kita sedang dalam frekuensi yang berbeda saudaraku sayang, caritaulah coba kenapa kita segininya :’) kerana ada yang lebih ribet, selain harus tetep ngurusin temen-temen di luar Rohis, tentunya yang lebih utama menjaga stamina rohani para pengurus sendiri, yang imannya harus terus dijaga untuk istiqomah. Maka program evaluasi dilakukan, pengurus Rohis WAJIB dibina dengan memiliki kelompok mentoring yang adekuat, memiliki kelompok binaan alias adik mentoring yang aktif, agar generasi penerus terus lahir dan tidak pernah berhenti, melakukan amalan amalan yaumi (tilawah, tahajud, dhuha, shaum sunnah) untuk menjaga stabilnya iman para mujahid.

Ya, inilah jihad pada hari ini, bukan lagi perang dengan kuda perang dan pedang. Hari ini, kita perang pemikiran, perang kreativitas. Untuk membawa tongkat estafet menuju janji Allah yang pasti. Buang deh pikiran, “kasian banget masi sekolah udah ngurus kayak gitu,,” helllooooo *benibenibenibeni!* Sejak usia kita menginjak akil baligh maupun menstruasi, dimana amalan dosa kita mulai dicatat, berjihad itu WAJIB PAKE BANGET hukumnya << dan maaf banget males nyantumin ayat”nya, pokoknya yang ttg jihad di jalan Allah itulah. Duh ga tega, yaudah buka sendiri deh QS. At Taubah: 24, QS. Al-Hujurat: 15, QS. As Shaf: 10-11. Peduli banget masi kecil apa udah besar. Peduli banget diizinin sama orangtua apa ngga, nih QS. Ibrahim: 41-46. kalo kreatif dan niat, InsyaAllah pasti BISA! Kalo udah gede itu tentuin sendiri pilihannya. Gamau juga gapapa sih, soalnya Allah bilang:

“.. dan jika kamu berpaling dari jalan yang benar, Dia akan menggantikan kamu dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan durhaka seperti kamu.” (QS. Muhammad: 38)

Nah, kembali ke kosakata teroris, jika gerakan kami di Rohis demi membangun kejayaan agama kami via sekolah maupun kampus yang tadinya di bawah tanah -tapi sebenernya ada di buku-buku di toko buku dari kapan boa- ini membuat takut golongan lain, membuat kehidupan anda berasa diteror, padahal kita hanya berniat membagikan rasa bahagia kami pada sesama bersama islam, maka silahkan sebut kami teroris. SILAHKEENN. Ga ngaruh ga ngefek, sudah hukum Allah yang akan tetap membentuk manusia-manusia yang akan mengemban amanahNya untuk memenangkan islam di dunia saudaraku 🙂

Sepanjang saya sekolah *iya sampe sekarang belom lulus iyaa*, teknik dakwah ini dilakukan di setiap jenjang sekolah, di TK pada peran orangtua muridnya, SD, SMP,SMA dan kampus di kancah akademik dan perpolitikan sekolah dan kampus, juga di seluruh tingkat pemerintahan tentu saja.

Terakhir *tapi boong*, Kalo ada yang menghubungkan teroris dengan ngeBOM atau apapun, oke emang ada, buktinya ada yang udah meledak ya. Hehe. IYA ADA YANG SUKA BUAT BOM, ADA JUGA YANG NABRAKIN PESAWAT KE GEDUNG TINGGI, TAPI AKU JUGA GATAU BANGET ITU SIAPA, YANG PASTI BUKAN ANAK ROHIS. KARENA GW ANAK ROHIS. TAPI GAPERNAH DIAJARIN CARA BUAT BOM GIMANAA OOYY .. BAHKAN BELAJAR MEMANAH YANG HARUSNYA WAJIB BISA BAGI MUSLIM AJA KAGAK MENN *ga konsisten bet ada saya, aku gw disini cekacekaceka* *tapi aku bisa renang sama naik kuda, tinggal manah aja looh *kedipkedip**padahal pas di IPB ada UKM manah, tapi keburu keterima di Unpad. Hhhh yaudah*

Kita hanya belajar gimana cara dakwah dengan lembut masuk ke setiap aspek kehidupan, tidak memaksa, dan mencontohkan kebaikan sejak dini, agar nantinya tetap santun dalam berdakwah di masyarakat.

Lagian kalo kek gitu, Bukan Cuma ROHIS doong yg TERORIS, OSIS jugaaaa. Woooooo #kemudiantawuran #failedtapigaterlalu

Eh bentar, tapi gatau sih, aku kan cuma ceritain yg SMAN 5 Bogor ya, kalo SMA lain gatau deh, rosit sama khadijah SMA 5 juga jagonya bikin poster acara Rohis. tapi SMA 1 juga ngga tuh, buktinya Oni juga gabisa ngerakit bom *bisa si sebenernya kalo disuruh tinggal liat di internet*. SMA Ummul Quro’ apalagi, Fathimah ngerjain matematik aja udah ribet. Udah, yg lain masi belom SMA. Tapi kalo miskol miskol ga jelas itu juga sarana meneror, ya mungkin bisalah anak rohis miskol doang mah.

Pura-pura doang si gataunya, sebenernya ada persatuan seluruh pengurus Rohis seIndonesia. Hahah. Yaudah capek juga masa itu juga diceritain semuanya? Hueheheheheehee.

Oke tutup. Sekiaaannn

Terimakasih atas perhatiannya, saya SHALIHA HASIMS, ANAK ROHIS, MUNGKIN SEBENERNYA TERORIS, TAPI LAGI FOKUS JADI DENTIST DAN ENTREPRENEURISSS *amin*, pamitss.

“Maka bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Allah adalah benar dan sekali-kali janganlah orang-orang yang tidak meyakini kebenaran ayat-ayat Allah itu menggelisahkan kamu.” (QS. Ar Ruum: 60)

Advertisements
Comments
  1. ushmrkstv says:

    karena lupa gimana kalimat panjangnya untuk memuji saudara seiman.. *nunduk* jadi bilang aja deh. shaliha, aku suka blog kamuuu 😀 terutama postingan yang ini!

    *klik like*

  2. achiisurachii says:

    berapi-api banget luuu hihihi.. Satu hal sih, Rohis lah yang menyelamatkan gue dari lembah hitam.. *awzeekA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s