Imam Ahmad menambah: “Itu terjadi di setiap malam”

Posted: 21 July 2012 in Uncategorized
Tags: , ,

2 Ramadhan 1433 H

02.00 dini hari

Hmmh .. jika boleh memilih waktu favorit, antara pagi yang cerah, siang nan terang benderang, senja jelita dan malam yang tenang, aku lebih suka malam.

Bisa menikmati waktu dengan kesendirian. Menikmati setiap hela nafas, detik detik waktu yang terus maju.

Semua terlelap. Sunyi sunyi sepi ..

Di sini, di luar sana, tak ada suara. Pun di dunia maya juga, tak ada recent update bbm, facebook, twitter.

Semua mati, untuk sementara.

_________________________________________________________________________________

Ini ramadhan ke 4 tanpa ibu, rasanya mulai biasa saja, hmm ngga juga sih 😀 yaa setidaknya perbedaannya semakin berkurang di setiap tahunnya.

Jadi teringat percakapan santai kami; aku, teh mimi, dan teh mumun di perjalanan pulang dari Darut Tauhid di malam jum’at yang kesekian kalinya. Tentang euforia ramadhan, yang semakin bertambah usia kita, bukan idul fitri yang kita damba, tapi malam-malam penuh pahala yang kami mohon jangan sampai ada akhirnya. Dan sampailah pada percakapan itu, baju lebaran.

Baju yang sangat mengganggu kejernihan ibadah ramadhan itu, semakin kesini bagiku makin tak ada artinya sebenarnya, waktu itu aku bilang, aku mulai tidak peduli pada baju lebaran sejak kuliah, saat hidup sendiri jauh dari rumah. Mereka berdua juga setuju, bisa ada di rumah sehari sebelum lebaran tanpa baju lebaran pun, sudah sangat sangat membahagiakan.

Tapi sejujurnya, aku tau jelas kapan tepatnya aku tak lagi terlalu peduli dengan kostum ied itu, tentu saja sejak ramadhan 1430H, saat tak ada lagi telfon dari ibu yang berisik sekali ingin tahu apa menu makanan sehatku di setiap sahur dan berbuka :’)

_________________________________________________________________________________

Beberapa bulan terakhir ini aku semakin diuji tentang kekuatan menjaga kehormatan diri. Dengan kesadaran penuh, semakin sering aku menasehati orang lain, semakin besar pula ujian yang akan aku jalani. Ya ini tentang ayat yang satu ini:

“Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan (saja) mengatakan, “Kami telah beriman,” sementara mereka tidak diuji lagi?” (QS. Al-ankabut:2)

Sebut saja ini masalah cinta, bahasan yang paling sering ingin dibahas oleh adik-adik mentoring :p terbayang kan, berapa kali aku harus menyemangati mereka agar istiqomah menjaga hatinya sampai tiba takdir Allah untuk mereka kelak. Nah, di setiap selesai pembahasan itu aku selalu mengingat ayat di atas, apakah aku akan mengira bahwa aku tidak akan diuji lagi? Kadang berdebar rasanya, aku harus selalu siap siaga, menjadi contoh itu ternyata berat rasanya.

Dan saat ujian itu akhirnya datang, aku sadar sekarang, menjaga hati tak mudah, sama sekali. Hanya Allah yang mampu menjaga, Cuma Allah yang Maha membolak balik hati manusia.

Aku mungkin tak akan lupa dengan percakapan unik sebelum rapat EO kami, Take Off, saat kami sedang curhat masalah masing-masing, tentu saja selalu tidak jauh” dari masalah percintaan para pria yang usianya semakin tua dan resah belum dapatkan pasangan seumurhidupnya 😀 iseng aku bertanya, bagaimana cara mereka mendekati wanita yang mereka sukai? Hehe. Dan kalian tau apa jawabnya?

“shali ga pernah ya dideketin cowok? Haha. Kalo lagi dideketin itu, ditanyain kabarnya setiap hari, ditanyain udah makan atau belum, lagi ngapain, bla bli blu ble blo, yaaa gitu deh.”

Hey, apa yang mereka lakukan ituu, kenapa sama persis dengan apa yang ibu dan bapak lakukan padaku setiap waktu setiap hari?? =)) betapa membosankannya jika ada orang tak dikenal melakukan hal yang sama macam begitu hah? :S

_________________________________________________________________________________

Aku suka sekali doa ini:

Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan salat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.” (QS. Ibrahim:40)

Tidak lain dan tidak bukan karena tersurat kata anak cucu disana. Aku ingin sekali punya cucu! Menceritakan banyak hal tentang kebaikan, memainkan banyak permainan, mengajarkan cara cepat perkalian 9 sebelum teman-teman sekelasnya tahu, memberitahu rahasia masa kecil orangtua mereka, ahh menyenangkan 🙂

Tere Liye dalam page facebooknya pernah bertanya mengapa kami, para fanpagenya, rela membeli mahal-mahal novel-novel tulisannya, padahal pinjam juga bisa, baca di toko buku dan tidak membeli pun bisa saja. Aku tulis jawabanku disana, aku ingin, saat aku tua nanti, semua koleksi bukuku, yang sudah tidak mudah lagi didapatkan di masa depan, masih tetap bisa dibaca oleh cucuku kelak, di perpustakaan buku, punya nenek :”>

Sekilas pembicaraan dengan ayam a.k.a teh mimi tentang para cucu, yang bakal kita paksa untuk nonton rekaman streaming ceramah-ceramah tauhid Aa Gym, baca koleksi majalah tarbawi kita yang sepertinya kelak kertasnya sudah mulai menguning. Mungkin kami akan jadi terkesan sebagai nenek-nenek yang menjengkelkan, tapi dari lubuk hati kami terdalam, hanya ingin cucu cucu kami mengenal Allahnya dengan sangat baik, memahami dengan ikhlas tanda-tanda cinta dari yang Maha Baik. Ayaamm, FIGHT!

Yang paling menegangkan, apakah impian memiliki cucu ini akan terwujud nantinya? Ibu saja sudah menghadap Allah tanpa cucu, satu pun. Aku? Jika Allah mengizinkan, Semoga Allah mengizinkan, berikan kesempatan, menciptakan generasi mujahid mujahidah, untukMu, di jalanMu. Kalaupun tidak ada kisah cucu dalam catatatn takdirku, semoga aku bisa memudahkan ibu dan bapak menuju syurgaMu ya Allah :*

_________________________________________________________________________________

Ah ya, tentang waktu favorit tadi, tentu saja bukan hanya senyap yang kusukai. Tapi waktu ini, sepertiga malam ..

Selamat datang di langit dunia, jutaan malaikat berbalut cahaya ..

Rasulullah saw. bersabda: 

Keadaan yang paling dekat antara Tuhan dan hambanya adalah di waktu tengah malam akhir. Jika kamu mampu menjadi bagian yang berdzikir kepada Allah, maka kerjakanlah pada waktu itu.”

Dari Jabir berkata, Rasulullah saw. bersabda:

Sesungguhnya bagian dari malam ada waktu yang apabila seorang hamba muslim meminta kebaikan kepada Allah dan sesuai dengan waktu itu, pasti Allah mengabulkannya.”

Imam Ahmad menambah:“Itu terjadi di setiap malam.”

Advertisements
Comments
  1. Nurida says:

    sbnrnya tulisan ini terllu lompat2 bagiku.. tapi di setiap lompatan, selalu bikin aku merinding. seperti shali yang selalu kutemui biasanya.. seperti shali yang kukenal.. sederhana dan tulus. begitu pun tulisan ini.

    i love you more!

    aku copas hadisnyaa yaa.. bagus banget shal..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s