nemu di ibu’s folder

Posted: 13 June 2012 in Uncategorized

Peran Ibu Dalam Mencetak Generasi Penerus Yang Tangguh

Lomba Menulis Lepas Dalam Rangka Memperingati Hari Ibu 22 Desember 2007

Oleh: Lestari Utami

Agrianita FMIPA – IPB

Penyelenggara : Agrianita Institut Pertanian Bogor 6 Desember 2007

——————————————————————————————————-

PERAN IBU DALAM MENCETAK GENERASI PENERUS YANG TANGGUH

Syauqi, seorang ulama Mesir mengatakan:

Yang disebut anak yatim itu

Bukanlah seorang anak yang kedua orang tuanya telah selesai dari kepentingan hidup ini lalu meninggalkan sebagai anak yang hina

Sesungguhnya anak yatim itu adalah seorang anak yang mendapatkan seorang ibu yang membiar- kannya dan seorang ayah yang sibuk

Subhanallah. Jika kita cermati puisi di atas, barulah kita menyadari bahwa peran orang tua terutama ibu dalam mendidik anak-anaknya sangatlah menentukan kualitas mereka di masa depan, bahkan akan mewarnai generasi penerus yang akan datang.

Namun betapa mirisnya kita akhir-akhir ini. Kenakalan remaja semakin kompleks jenisnya. Dunia nyabu pun saat ini diminati oleh para orang tua yang tidak bertanggung jawab seperti rocker gaek Achmad Albar – ketika popularitas turun, mereka lari ke lembah nista. Hedonis, merekalah para pemburu kesenangan dunia!

Wahai Ibu! Ketika kita mengandung anak kita, kemudian merawatnya siang malam hingga mereka mencapai masa kanak-kanak; betapa menyenangkan. Lelahnya tidak terasa. Apalagi ketika mereka di usia balita, tak habis-habisnya kita takjub memperhatikan tingkah lakunya yang menggemaskan. Rengekan, tangisan bahkan marahnya bagi kita terutama ibu yang paling sering berinteraksi dengan mereka – semuanya menyenangkan!

Semuanya lewat. Kini mereka telah dewasa. Tiba-tiba saja mereka tidak mau lagi digandeng. Apalagi diajak ke kondangan. Mereka lebih dekat dengan teman-temannya. Ketika mereka harus melanjutkan pendidikannya keluar kota, betapa paniknya kita! Khawatir, cemas selalu menghantui kita setiap saat. Apakah anak kita mampu memilih teman untuk bergaul?

Lalu apa yang harus kita lakukan sebagai orang tua atau IBU terutama? Simak yang berikut di bawah ini.

    • Menanamkan Keimanan sejak kecil.

Mengenalkan kepada anak-anak posisi Allah SWT, yang menciptakan manusia dan alam semesta. Allah SWT juga Mahamengetahui atas segala yang kita lahirkan, ataupun yang kita simpan di dalam hati kita. Dengan demikian anak merasa selalu diawasi tingkah lakunya oleh Penciptanya. Sehingga tidak ada ”NYONTEK” dalam kamus hidupnya’ Kalau guru atau dosen tidak melihat, Allah-lah yang Maha Melihat. Hingga diharapkan mereka tidak akan menjadi generasi koruptor!.

  • Memberikan makanan yang halal dan thayyib (bergizi). Faktor makanan ternyata tidak kecil pengaruhnya terhadap tumbuh kembang anak. Jika makanan yang bergizi jelas pengaruhnya terhadap perkembangan fisik, maka makanan yang halal akan mempengaruhi tingkah laku mereka. Termasuk didalamnya memberikan latihan fisik untuk menjaga kesehatan anak-anak, seperti berenang – basket-sepak bola dan lain sebagianya. Memilihkan pendidikan dan lingkungan yang baik. Jika kamu ingin kenal dia, lihatlah siapa teman-temannya. Subhanallah. Untuk yang satu ini sungguh tidak mudah dan murah biaya yang harus kita keluarkan. Fullday School, tidak ada pilihan lain – agar anak lebih banyak waktu di sekolah yang islami. Atau sekolah-sekolah yang ekstrakurikulernya banyak dan baik, agar anak sibuk dengan berbagai kegiatan positif.
  • Keteladanan. Orangtua bertanggung jawab untuk mendidik anak-anak sejak kecil dengan keteladanan dalam hal berlaku benar, dapat dipercaya, istiqomah/konsisten, mementingkan orang lain, menolong orang yang membutuhkan, menghargai orang yang lebih tua, menghormati tamu, berbuat baik kepada tetangga dan mencintai orang lain.
  • Berdo’a dan tawakal/berserah diri. Di malam-malam yang hening, di mana sebagian besar manusia masih dibuai mimpi – bangun dan bersujudlah! Agar Allah SWT menempatkan kamu pada tempat yang terpuji. Tahajud dengan bacaan ayat-ayat suci yang kita fahami maknanya, maka sholat dan do’a kita bertambah khusyuk. Betapa hati kita akan menjadi tenang. Insya Allah.

Bogor, 3 Desember 2007 jam: 22.30

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s