HAKINEM

Posted: 12 February 2012 in Uncategorized

Congratulation !
Saat ini anda sedang membaca posting pertama shaliha tentang menikah. Selamat yaa! Selamat looh ..

Banyak sekali pertanyaan seperti ini. “Shali kapan menikah?” “Ciee yang bentar lagi nikah …” “shali bentar lagi nyusul yaa?” *dikira makan di kantin kali yak nyusul..*

Khadijah: pantesan ibu pernah bilang gitu ..
Bebe: apa?
Khadijah: ibu takut, nanti gimana kalo bebe udah gede tapi masih nggak mau nikah ..
Bebe: ooh .. aku bukan nggak mau, tapi belum mau ..

Karena saya nggak sempet ngurus konferensi press, mungkin ada baiknya saya tulis saja ya? *bilang iya dong, biar cepet nih*

Menikah, menurut saya pribadi adalah sebuah fase perubahan hidup untuk selamanya, hingga ajal menjelang, pintu menuju perjuangan menempuh perjalanan panjang. Menikah itu kalo katanya om @noveldy bukan kayak mau ke mall. Cuma bawa tas kecil sama uang secukupnya. Menikah itu macem mau mendaki gunung. Persiapannya lama, bekelnya banyak, pake tas raksasa, mendakinya susah, berat, laper, sakit, capek’, banyak luka. Menikah juga bukan kayak lari estafet, disorakin, ditepukin, disemangatin semua orang sepanjang perlombaan. Menikah itu lari marathon, sendiri, ga ada yang nonton, jauh banget berasa ga ada ujungnya, semangat-semangatin diri sendiri deh :’)

Menikah itu ga cukup pake modal “baik”, tapi juga bekal pengetahuan. Banyak orang mengaku apa yang dilakukannya semuanya demi keluarga, begitupun saya, jadi ga ada yang salah dengan mempersiapkan pernikahan dengan sebaik-baiknya, dengan ilmu sebanyak-banyaknya. Nah, mau dapet ilmu tentang nikah? Ikutan dong nih #SeminarNikah w/ @Noveldy, yang terdekat di Bandung bakal diadain 11 Maret 2012 ini :p cari infonya, daftar, nikmatin deh digebukin sama Om Novel *yah gajadi daftar aja deh kalo digebukin* –> *belom tau dia setelah ga enak itu biasanya enak loh ;)* eh aprilnya bakal ada workshopnya jugaa, be there yaa! “jatah iklan abis wwwoooyyy!”. Okee dilanjutt :p

Honestly, saya belum pernah pacaran, pernahnya bobo’ sama mpus. Banyak yang bilang saya nggak suka dan belum pernah suka laki-laki. Padahal bukan itu loh yang terjadi. Jadi gini sebenernya,, iya bener.. seriuus.. hahaahaa. Ga kebaca ya? Jadi ginii, suka sama lawan jenis itu normal, saya? Ya pernah dong. Bedanya yang saya lakukan saat menyadari menyukai lawan jenis adalah menyingkirkan perasaan semacam itu dari hati. Perasaan cinta yang muncul dalam hati, jika dipelihara di waktu yang belum saatnya kemungkinan akan membawa kita menjauh dari Allah. Ga percaya? Coba aja praktekin, lagi males ah nulis contoh cerita.

Saya yang hidup penuh ancaman, tentu saja punya ancaman sendiri sebelum menikah. Banyak malah. Baik masalah finansial (saya sendiri), hafalan qur’an (saya sendiri), wawasan tentang keluarga (untuk saya sendiri), amal yaumi (saya sendiri) dan banyak lagi. Saya tidak mengharapkan banyak hal tentang kriteria pasangan. Saya lakukan apa yang ingin saya dapatkan. Saya tidak mau menuntut, karena yang saya tau hidup untuk memberi, memberi dan memberi. Intinya ancaman itu memaksa saya untuk memantaskan diri.. Memantaskan diri memiliki pasangan, memantaskan diri mengemban amanah yang lebih berat. Nah, karena itulah, setiap benih cinta yang muncul sebelum waktunya, yang muncul tanpa niat dengan hasil akhir mengenapkan setengah agama, tak akan saya coba” sirami. Biarkan saja mati.

Bapak: kenapa nggak mau?
Bebe: aku bukan nggak mauuu, aku belom mauu.. bedaa 😦
Bapak: terus kenapa nggak diterima?
Bebe: aku b-e-l-o-m mau paak, aku masih mau main di rumah, bobo’ disini, pokoknya belom

Masih based on #SeminarNikah nih, usia itu jangan dibuat patokan untuk menikah, usia ga menentukan kedewasaan atau kesiapan menikah. Rasul contohkan kita, beliau menikah di usia 25 tahun dengan Siti Khadijah yang berusia 40 tahun. See?

Usia saya yang 21 tahun ini may be yes may be no siap untuk menikah. Tapi kembali keputusan itu ada di tangan saya. Allah merubah nasib suatu kaum jika kaum tersebut yang melakukan perubahan itu sendiri. Remember it? Karenanya saya punya proposal hidup saya sendiri. Jelas-jelas, target tahun ini bebas finansial, eksperimen-eksperimen bisnis, bukan menikah. Otomatis fokus saya tidak mengarah kesana 🙂 kecuali Allah yang mau, Allah yang ubah. Tapi selama jalan menuju prestasi terbaik saya di dunia ini masih ada jalannya, saya usahakan tujuan proposal tersebut goal selama kesempatan hidup ini Allah berikan.

Bebe: jangan bahas itu lagi.. aku jadi sedih, rasanya kayak diusir dari rumah ..
Mamah: bukan gitu, tapi bebe kan mau nikah ya?
Bebe: tenang aja, nanti kalo udah siap, aku bilang mah 🙂

Jadi jelas, cinta dengan lawan jenis bagi saya artinya menikah. Tak ada sebelum itu. Kalo ada ke laut aja. eh? ke laut kan asik. kalo gitu aku aja yang ke laut, kamu disini aja. Udah ya. banyak kerjaan nih.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s