Ini untuk aku, Itu buat kamu

Posted: 28 November 2011 in Uncategorized

Saudaraku, setiap manusia, memiliki jatah kasih sayang Allah masing – masing, dengan segala ujian dalam kehidupannya.

Pernahkah kau merasa heran, pada teman kuliahmu yang selalu hadir terlambat? Tak pernah becus mengerjakan tugas.. mengapa kuliahnya tak kunjung selesai? Apakah begitu bodohnya dia sampai –sampai tak bisa ia dapatkan nilai terendah sebagai syarat kelulusan? Begitu rumitnyakah penelitiannya hingga tak tuntas juga setahun tugas akhirnya?

Apakah ada yang salah dengan itu semua?

Tidak semua yang kau lihat sesederhana apa yang terlihat. Seperti batu karang di tengah lautan, yang terlihat hanya sebagian kecil, dari keseluruhannya yang ternyata begitu besar.

Kadang kita tidak tau, ternyata masalah saudaramu begitu besarnya, sehingga jalan seperti itulah yang ia pilih untuk menjalani kehidupannya.

Kadang mereka jualah yang tidak mengetahui, beban hidupmu begitu beratnya, hingga mereka pun tak kunjung mengerti mengapa kau memilih untuk melakukan itu untuk menjalani hidupmu.

Lantas, kalau tidak tau, jangan pernah berani-berani untuk menyatakan dia salah, aku benar. Aku lebih baik dan dia lebih buruk. Sejak kapan? Jabatan malaikat Tuhan berikan padamu? Sehingga kau dengan bebas menentukan catatan amal seseorang.. jika aku tidak mengetahui seluruh beban saudaraku, maka belum tentu juga aku mengetahui amalan apa saja yang saudaraku persembahkan untuk RabbNya. Biarkan saja perasaan itu terus tumbuh, perasaan bahwa aku tidak lebih baik dari dirinya, aku jauh lebih hina dari dirinya, maka yang aku lakukan adalah memperbaiki diriku sendiri, aku sibuk sekali, membenahi diriku sendiri. Tak ada lagi waktu bagiku, memikirkan segala kesalahannya padaku, karena aku saja lebih hina dari kotoran manusia, aku tertekan sekali dengan menggunungnya dosa-dosaku. Tuhan, bagaimana caraku untuk menghapusnya? Sekali kugugurkan dosaku, kulakukan lagi sepuluh dosa.

Astaghfirullahal’adzim.. Astaghfirullahal’adzim.. Astaghfirullahal’adzim..

Sibukkanlah dirimu untuk mempersiapkannya, evaluasi terus amalanmu sendiri, fokuskanlah semuanya untuk hari itu.

Kemudian dia berkata: “ Beritahukan aku tentang hari kiamat (kapan kejadiannya)”

Beliau bersabda:  “ Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya “

Dia berkata:  “ Beritahukan aku tentang tanda-tandanya “

Beliau bersabda:  “ Jika seorang hamba melahirkan tuannya dan jika engkau melihat seorang bertelanjang kaki dan dada, miskin dan penggembala domba, (kemudian)  berlomba-lomba meninggikan bangunannya “

:: sepenggal percakapan Rasulullah SAW dan malaikat Jibril, riwayat Muslim

 

segala keterbalikan, anak durhaka pada dua orangtuanya, orang bodoh menjadi pemimpin, orang miskin berlomba-lomba memperlihatkan kekayaannya, laki-laki menyerupai perempuan. Hari ini, apa kau merasa sudah melihat tanda-tanda hari akhir itu, kian mendekat?

Ketika kamu mulai menyadarinya, tibalah kamu pada masa-masa, segala aktifitasmu adalah mengumpulkan pahala.

Bekerja untuk mendapatkan rizki yang halal, untuk membahagiakan keluarga, untuk sedekah sebanyak-banyaknya, untuk tabungan pahalamu.

Belajar, mencari ilmu yang bermanfaat, agar kemudian bisa mengajarkannya untuk yang lain, agar bertambah lagi prestasi akhiratmu.

Beribadah, berbuat baik, membantu kesulitan yang lainnya, meringankan beban saudaramu, menggugurkan dosa-dosamu.

Dan ..

Pengujimu, dari kaummu sendiri, datanglah dia, seraya bertanya mengapa? Mengapa kau berlelah” mencari rizki lalu kau sedekahkan begitu besarnya? Untuk apa kau bagikan semua ilmumu pada mereka dengan mudahnya? Mengapa kau mau mengerjakan segala hal yang tidak menguntungkanmu sama sekali? Mengapa kau begitu bodoh menyibukkan diri untuk kelangsungan hidup orang lain?

Disaat itulah, gunakan kacamata kudamu dengan kuat. Tetap teguhlah dalam kebaikan 🙂

Jika bumi diguncangkan dengan guncangan (yang dahsyat),

dan bumi telah mengeluarkan beban-beban beratnya,

lalu manusia bertanya, “Mengapa bumi (menjadi begini)?”,

maka pada hari itu bumi menceritakan beritanya,

bahwa sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang demikian) kepadanya.

Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) perbuatan mereka.

Siapa saja yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)-nya.

Siapa saja yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrah pun, niscaya dia pun akan melihat (balasan)-nya

:: QS al-Zalzalah: 1-8

Jalan hidupmu ada pada tanganmu sendiri

Saudaraku.. Pada akhirnya kita sendiri-sendiri. Tanpa ayah atau ibu di sisi.

Ini kehidupanmu, hanya sesaat, satu kali saja.

Dan akhirat itu, selama-lamanya. Selama-lamanya.

Selama-lamanya.

Terimakasih ya Allah, kau anugerahkan lingkaran kecil berisi saudara” yang selalu mengingatkan
Menulis tulisan ini, begitu berat rasanya kawan, karena tulisan ini adalah tanggung jawabku, maka tolong ingatkan aku juga jika kau rasa aku melakukan kesalahan
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s