mungkin begini ceritanya

Posted: 4 April 2011 in Uncategorized

“Tikooo!!”, ibu!

“iyaaa buuuuu…”, setengah berlari aku mendatangi ibu di dapur. Hmm wangi sekali, hari ini ayah membawa banyak sekali bahan makanan. Aku tidak bisa membayangkan kenyangnya perutku nanti malam. Waaah aku makan apa dulu yaa nantii. Hmmm

“TIKO!”, eh?
“eh iya kenapa bu?” aku tergegap menjawab panggilan ibu, entah keberapa kali dia sudah meneriakan namaku tadi.

“tolong ibu, antarkan makanan ini ke rumah pak miki di rumah seberang itu, kemarin malam, ibu sempat bermain ke dapurnya, dan dia memberikan kita roti ini, ada baiknya kita membalas kebaikan beliau kan 🙂 ”

“hmm,, buu. Ibu tidak lupa kan di rumah itu ada banyak anak kucing, aku tidak suka. Aku takut sekali kuciing >.<”

“aduuh, kamuu, sama anak kucing saja takut, belum kau temukan ular disana huh? Cepat berangkat sana!”

“buu..”

“apa lagiii??”

“a.. aku.. nggak berani nyebrang :’(“

“ya ampuun, sudah berapa kali kau ikut ayahmu pergi kemana mana? Masih saja tidak berani?”

“aku takut seperti cimi kemarin. Terserempet motor..”

“hmh..”

Ibu tidak berkata kata lagi, itu artinya aku harus segera pergi atau tidak ada makan malam yang lezat untukku. Haaaah tapi aku takut sekali. Benar benar takut. Mimpi buruk itu masih jelas di kepalaku, aahh tidak tidak, tidak mungkin itu terjadi padaku. Baiklah aku akan berangkat sekarang.

Tentu saja ini mudah sekali, lewat jalan kecil saja, tak apa becek dan lebih jauh, bagiku ini mengasyikkan daripada jalan besar ramai itu.

Mimpi buruk itu tiba tiba membayangiku. Rasanya seperti mengikuti setiap langkah kaki kecilku. Aku sedikit berlari.

“meong”

Woaaaaaaa!! Aku kaget, benar saja, sedaritadi memang ada yang mengikutiku, KUCING!

Aku berlari kencang, sudah tak sanggup berteriak, kucing itu berlari mengejarku. Kencang. Aku terus berlari. Tak peduli kini sudah keluar dari jalan kecil dan memasuki jalan besar. Aku lupa cara menyeberang seperti ayah, ah bagaimana caranya??! Berpikir! Aku tidak bisa berpikir, jalanan ini terlalu bising oleh suara kendaraan. Kucing itu terus berlari makin mendekat mendekati diriku.

Tidak ada jalan lain! Aku harus menyeberang, sekarang !!

BRAKKK!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s