Nulis Sambil Sedih dan Ngantuk *kekait benangnya nurida sari dewi, warna ungu*

Posted: 23 January 2011 in Uncategorized
Tags: , ,

Hari ini bahagia sekali eh sejuta kali. Tapi ada sedihnya sedikit. Tapi yang seupil itu jadi keinget terus jadinya malah. Rasanya kek ngegaruk-garuk hati gitu sedihnya .. heu’ gimana dong 😦

*maaf ya kalo bahasanya kayak anak-anak. lagi sedih soalnya jadi natural gitu, aku kan macih eciil.. suka rewel reweel..*

Jadi berdasarkan hasil chat dengan nurida sari dewi yang harus terus nulis untuk jobtrenya, aku jadi ngebandingin diri gitu. Aku cuma nulis kalo mood aja. Jadi kalo mood nulisnya beberapa taun lagi, yaa berarti beberapa taun lagi baru deh muncul postingan baru di blog aku. Nah jadi sekarang aku mau nyoba maksa otak untuk cari inspirasi sekarang juga pokoknya gamautau. Aku mau nyoba nulis sambil sedih tambah ngantuk..

_____________________________________________________________

20:15

_____________________________________________________________

Terus sekarang aku malah gatau mau nulis apa, mau nangis aja.. gimana ini.. kalo aku dipecat gimanaaa >O<

_____________________________________________________________

Gatau banget 😦

_____________________________________________________________

Udah ah mo bobo’ aja, maaf ya semuanya .. kalian pasti kecewa ngeliat ini semua

_____________________________________________________________

Gabisa bobo’ 😥 aku nangis sebentar dulu deh ya

_____________________________________________________________

Minum susu dulu

_____________________________________________________________

Ehm.. oke janji ya bebe kalo belom nulis ga boleh bobo ya beneran loh.. iya janji! God, this is My pinkie promise!!

_____________________________________________________________

AJAIB!–> ini judul tulisan loh ya, bukan teriakan

*starter*

Apa yang terjadi saat ini, itulah yang terbaik. Hadiah dari Tuhan untuk kamu.

Oke. What? Yeah. Gitu aja dulu.

*gas, panasin mesin*

Dan ada seribu alasan untuk kita terus berprasangka baik pada berbagai kemasan hadiah Tuhan

*ga usah kenceng-kenceng kale nginjek gasnya. Karbon monoksida oy*

Penghapus. Ya. Penghapus kamu jatoh guling-guling dari meja pas lagi ujian. Jauh deh. Ih itu nyebelin banget. Kamu cari. Ga ketemu.

Itu yang terbaik. Percaya nggak? Enggak..

*oke, boleh gigi satu sekarang, gas, jalan*

Ujiannya dilanjut dong. kamu lebay. LJK kamu kecoret pensil 2B. Butuh penghapus. Colek temen sebelah. Pinjem penghapus. Temen sebelah kamu ternyata ketiduran. Soal dia masih banyak yang belum dikerjain. Waktu ujian sedikit lagi. Dia langsung isi lembar jawabannya. Ujian selesai. Temen kamu berterimakasih banget krn kamu bangunin.

*gigi dua yok*

Besoknya ada ujian di kelas yang sama untuk angkatan yang beda. Murid lain. Ngerjain ujian. Yang gabisa dilewat-lewatin. Ga teliti banget ni orang. 5 menit lagi masi byk yg kosong. Panik. Jadinya malah nomer 34 diisinya buat nomer 35. 35 buat 36. 36 buat 37 terus sampe nomer 40. Murid lain udah keluar kelas. Dia baru sadar pas ngerjain soal 41 di lembar jawabannya malah udah ada jawabannya. Dia sadar ada yang salah. Dosen udah nungguin LJK dia doang. *kalo kamu bingung itu dia salah ngisi gimana udah percaya aja ceritanya: Dia sadar ada yang salah. Cari penghapus. gapunya! Udah pada keluar. Gabisa minjem T.T liat kanan kiri. 2 ubin dari kakinya. Ada penghapus. PENGHAPUS KAMU!

*gigi 3!*

Penghapus ini pasti jatoh dari langit. Murid itu mikir gitu. Dia benerin urutan jawabannya. Buru-buru. Dosennya udah gemes banget. Lama banget ni anak. Berantakan banget lagi LJKnya. Hadoooh. Akhirnya murid itu ngumpulin lembar jawabannya. Dia pulang bawa pnghapus dari langit itu.

*belok kanan di depan*

Sampe rumah. Dia cerita ke adeknya ttg penghapus dari langit. Cerita di kasur sambil pegang penghapus itu. Ketiduran. Penghapusnya nyungsep di bawah bantal.

*lampu merah, balik gigi satu*

Besok paginya, pembantunya ngeberesin kasur anak majikannya. Dia nemu penghapus di bawah bantal. Dia simpen di kantongnya. Dia kasi ke anaknya yang lagi main di halaman depan.

*gigi dua*

Anaknya seneng banget dapet penghapus. Dia bawa pulang ke rumah. Dia masukin ke tempat pensil kalengnya. Nanti sore mau dia bawa buat belajar bareng di TPQ.

*gigi 3!*

Kamu beli penghapus baru. Hmm baunya enak deh penghapus baru. Sorenya kamu ngajar di TPQ. Pas kamu dateng semua anak lagi nulis iqro’. Seorang bocah menghapus tulisannya. Penghapusnya familiar sekali. Itu PENGHAPUS KAMU!

*BRAKK.. oke ini mobilnya ditabrakin aja gimana? Maaf dong. Abis males bikin skenario yang lebih ruwet lagi.. udah ya kita tinggalin aja mobilnya nyungsep di kebon orang.*

Oke. Sekarang kalo penghapus kamu ilang. Kamu pasti sebel. Udah sebel aja selamanya. Tanpa tau cerita apa sebenarnya dibalik penghapus ilang. Padahal kamu jadi bangunin temen kamu buat ngerjain ujiannya. Kamu jadi ngebantu murid lain besoknya yang lagi ujian. Kamu jadi ngasi penghapus baru buat anak kecil tau dah tu anaknya siapa.

Juga hal-hal yang ga diceritain. Tentang dosen yang jaga ujian 1 murid yang lama banget itu, tentang pembantu yang nemu penghapus itu, tentang adeknya si 1 murid yang diceritain kakaknya ttg penghapus langit. Pasti ada efek penghapus ilang kamu itu buat mereka. Banyak deh efeknya. Dan akhirnya kamu akan berpikir AJAIB, kenapa penghapus aku jadi ada di anak itu? Sama AJAIBnya kayak murid yang nemu penghapus di deket kakinya. Sama AJAIBnya untuk temen kamu yang tertidur, dia pasti bersyukur kalo tau dia minjem penghapus karena penghapus kamu ilang.

Okee itu penghapus emang cerita karangan sesuka hati, ngaco ngalor ngidul. Tapi sayang, Tuhan bisa bawa penghapus itu lebih ngalor ngidul lagi. Bahkan sampe ke episode penghapusnya ketelen sama seekor anjing di sebuah panti asuhan di seberang pulau. Terus bikin dokter hewan menemukan ilmu operasi hewan terbaru gara-gara ada anjing nelen penghapus. Bisa pokoknya. Kalo Tuhan mau, lo mau ngapain ha?

Aih, pasti pusing ya? *padahal bahas penghapus aja kok* Intinya kita emang gatau gimana jalan ceritanya. Kita cuma tau sampai ceritanya sangat memprihatinkan untuk kamu. Sangat menjengkelkan penghapus itu hilang. Tapi ada baiknya buat saja puluhan ratusan hingga ribuan prasangka baik untuk penghapus yang lenyap itu. Biar Tuhan saja yang lanjutkan skenarionya hingga tanpa kau rasakan efeknya sudah kembali daritadi untuk kamu. Tuhan mau penghapus itu buat anak pembantu dari murid yang juga berkuliah di fakultas yang sama denganmu. Tapi kamu tidak bisa memberikannya kan? Jadi biarkan skenario tuhan yang jalankan.

Tugas kita hanya meyakini, ada yang terbaik untuk kita di balik kejadian ini, ada alasan Tuhan yang kita tidak pernah dan mungkin tidak perlu tahu. Ga masuk akal di otak kamu itu. Tuhan butuh kamu percaya padaNya. Tuhan butuh realisasi pasrahmu, tawakalmu. Lantas coba saja kau ganti peran si penghapus hilang menjadi satu saja masalah dalam hidupmu. Lalu bayangkan hal-hal yang mungkin terjadi. Pasti kau bisa kan? Buat sepuluh saja prasangka yang baik tentang masalah itu. Ya kan? Pasti ada.

Pada akhirnya, kalau memang kita pandai mengingat, apa apa yang telah terjadi dalam episode kehidupan sebelumnya, baik maupun buruk, pasti ada kelanjutannya dalam episode selanjutnya. Jangan pernah kira kamu akan selesai di saat ini, ada kelanjutannya, tentu saja selalu untuk kebaikanmu, tapi rahasia, pokoknyaa lanjutkan saja semua. Jangan berhenti. Itu syaratnya.

Karena sebenarnya semuanya baik-baik saja, -kalau kata bang Tere Liye- semuanya sudah tersusun rapi  dalam benang-benang yang cantik. Benang, warna warni, saling menyelubungi, kait terkait. Rumit, tapi bukan acak-acakan, kalau kau melihatnya sedikit lebih jauh, itu cantik sekali, milyaran benang aneka warna saling mengait, benang milikku, benang milikmu, benang mpaj, benang ibu jus, benang pak satpam, benang obin, benang prof.sunardi, benang ojek, benang mpus, benang pembuat blog wordpress — adduhh iya maksutnya benang kalian semua ya —  mengait-ngait menjadi sebuah bola kehidupan.

Bahkan mungkin bukan juga disebut keajaiban. Nyatanya Tuhan telah membuat semuanya begitu indah, begitu indah hingga manusia tak bisa melihat indahnya dengan mudah. Bahkan saking indahnya aku sendiri bisa-bisanya sedih malam ini! Ini kan benang yang warna merah marun itu shaal! Katanya sukaa bangeeet?

.  .  .  .  .

Yah, Setidaknya cobalah untuk percaya

___________________________________________________________

Janji terpenuhi 🙂 ancamannya selesai yaa yuhuuuu 😀

23:39

 

Advertisements
Comments
  1. nurida says:

    ih aku kira kamu suka benang item loh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s