Jujur, Ini Tentang Waktu

Posted: 11 January 2011 in Uncategorized

 

Halo 2011! Ouh yeaah sudah 11 tahun sejak pesta milenium itu.. *milenium.. kangen deh, jarang banget nulis milenium. Milenium. Milenium. Milenium*

Bebe: hrrrgh ..

Bicara tentang tahun – yang tanpa terasa tiba-tiba sudah– baru ini, beberapa hal berkeliaran di otak

Bukan tentang kiamat yang makin dekat, itu sudah pasti setiap hari

Tapi tentang ini, hal-hal yang kadang suka saya pendam

Maka kali ini saya utarakan, mohon maaf sebelumnya, tapi ini jujur:

*jujur ini agak lebay hhaa* –> merusak suasana yang sudah dibentuk .. ckckck

Bebe: oke shali gapake lama, lanjut,,

Okee,langsung aja,  jujur yaa:

Saya (agak) tidak meyukai kata ‘tidak jadi’ dan menyukai kegiatan mencoret “to do list” hari ini di malam hari sebelum tidur. Itu tandanya misi hari ini terlaksana, terlepas dari hasil,, bagi saya yang penting adalah berusaha melaksanakan apa yang memang sudah direncanakan, daripada penasaran kebawa mimpi karena ‘tidak jadi’ 😉

Saya lebih menyukai hari-hari yang padat berisi daripada kosong dan malah menciptakan rasa malas teramat sangat kemudian menunda segalanya untuk dilakukan. Bagi saya, menunda pekerjaan yg seharusnya dilakukan hari ini, artinya menumpuk pekerjaan yg lebih banyak di waktu selanjutnya. Sadar ataupun tidak, itulah yang terjadi.

Saya selalu yakin hari yang dimulai dengan tidak bangun kesiangan, dan amal yaumi sesuai target, membuat sepanjang hari terasa amat tenang. Apalagi jika disempatkan dengan merapikan kamar sebelum berangkat, saat pulang nanti ada bahagia menyambut segala kelelahan. Daan, kalaupun hari ini adalah hari libur, jangan pernah tunda waktumu untuk mandi pagi. Ayolaah,, kalian harus percaya tentang mandi ini.. intinya, bagi saya, waktu pagilah yang mencurahkan semangat penuh untuk sehari.

Dan karenanya saya tidak begitu menyukai tidur terlalu malam, bagi saya memaksakan kemampuan diri sama saja dengan membiarkan waktu terbuang maksimal dengan manfaat yang minimal. Saya lebih memilih tidur saat mengantuk dan bangun lebih pagi dari yg lainnya. Selalu ada bayaran untuk setiap tindakan. Mau tidak mau.

Saya menyukai amanah karena dialah penjaga terbaik saya untuk mengisi waktu dengan baik. Memaksa saya untuk selalu ber-tanggungjawab-. Hal yang bisa mengatur waktu istirahat, bekerja, dan beribadah secara otomatis. Menimbulkan perasaan betapa berharganya waktu yang dimiliki. Dan amanah itu sendiri, memiliki banyak arti.

Sesibuk apapun saya, secinta-cintanya saya dengan apa yg menyibukkan saya, saya tidak pernah lupa untuk melaporkan hal-hal berkesan hari ini ke rumah. Setiap hari.  Karena pulang ke rumah tak bisa dilakukan sesuka hati, bagi saya menghubungi orang rumah, berbagi cerita, dan bertanya kesibukan sudah cukup menyenangkan.

Oh ya, jangan hanya menceritakan hal yang membahagiakan saja, apalagi orang tua, mereka sangat senang jika bisa membantu menyelesaikan problematika putra-putrinya. Berceritalah, keluarkan semua yang ingin dikatakan. Orang tua sangat memahami rahasia kehidupan, mereka tahu hidup tak pernah bahagia saja. Jadi jangan beri waktu mereka untuk cemas memikirkan apa yang sedang kita pendam 😉

Saya selalu berusaha untuk  tidak menjadikan kesibukan sebagai alasan untuk tidak bisa memperhatikan orang-orang disekitaran, teman-teman seperjuangan, sahabat-sahabat terdekat. Mereka sangat memiliki hak untuk mendapatkan perhatian atau bahkan pertolongan, lakukanlah sebanyak-banyaknya kebaikan yang bisa dilakukan selama Tuhan masih memberikan limpahan rezeki bernama waktu pada kita, hal bermanfaat, minimal untuk diri kita sendiri, dan akan sangat lebih baik jika manfaatnya juga bisa dirasakan oleh orang lain, meski sedikit, meski hanya berbagi hikmahnya saja.

Dan saya selalu mengingat: apapun yang saya lakukan akan kembali lagi pada diri saya sendiri, baik atau buruk, akan berbanding lurus hasilnya. Maka jangan pernah tunggu kapan balasannya tiba, ia kan datang sendiri dalam wujud sesuai kehendak Tuhan, dan waktu yang sangat tepat. Mungkin saya sendiri yang tak pernah sadar jika nafas hingga hari inilah balasannya, waktu yang sedikit lebih lamalah ternyata bayarannya. Panjatkan saja puji syukur untuk waktu dan semua yang ada.

Karena waktu itu mahal kawan, maka tak ada batasan untuk kata “sebanyak-banyaknya kebaikan”. Dan kita tak pernah tahu berapakah kuota kebaikan yang diperlukan untuk bisa menikmati syurga akhirat nanti. Itu kan hasil akhir yang diharapkan?

Karena waktu itu mahal kawan, dan disini berharganya begitu terasa

Disini ..

Rumah Sakit Gigi dan Mulut Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Dimana para calon dokter gigi berkejaran dengan waktu untuk berjuang demi orang-orang tercintanya.

 

Jujur, tulisan ini sangat jujur. Kalau tidak suka jangan paksa-paksa diri untuk suka yaa

Ini hanya sedikit saja kejujuran yang saya ungkapkan.  Hal2 yang saya yakini dan percaya

tentang yang saya sukai dan kurang saya sukai dalam memanfaatkan waktu

setidaknya untuk saat ini

dan jujur, apa yang saya sukai dan kurang saya sukai itu tak selalu nyata jadinya, kadang ada yang membuat saya melakukan apa yang sebenarnya kurang disukai, demi yang lain bisa melakukan yang mereka sukai. Yaah ada banyak ceritalaah dalam hidup kita, dan ga selamanya juga kok saya gak suka sambel *loh?* jadi status suka dan kurang suka itu kadang bisa berubah seiring berjalannya waktu. Enjoy it!

Bebe: ga pake labil deeh

yang penting sekarang jujur

DARIPADA BOHONG .. –> akhiran yang kurang ciamik .. zzzzzZZ**

 

Advertisements
Comments
  1. Merry says:

    Curhat ya shal?hehehe…..semangat bebe!! you can do it,,nice post sist 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s