HEII TPQ!

Posted: 30 October 2010 in Uncategorized

“aaaakuuuu mauuuu ikutaaaaan!!!”

Aku ga suka tanda seru banyak-banyak, apalagi tiga. cuh. Tapi waktu itu perlu banget.. karena teh mimi nawarin aku untuuuk: ngajar di TPQ Nabila 😀 😀 😀

Yeay, nabila itu nama kosannya teh mimi as ibu kepseknya TPQ. Disana beliau telah mengundang beberapa ikhwan dan akhwat cilik *selanjutnya kita sebut icil dan acil ya* untuk belajar baca Qur’an J dan mereka yang sedikit itu, seperti halnya sejarah jaman belom ada teknologi, diceritakan mouth to mouth oleh si icil acil sehingga mengakibatkan pasien membludakkk! Dan tercapailah keadaan kekurangan staf pengajar. HAHAHAA

Dan undangan untuk ikut ngajar disana ga pernah jadi tawaran kedua. Tawaran pertama itu udah kek mutiara dalam lumpur. Bersinar di tengah kegelapan. Woaaaa mau bangeeet 😀 😀 😀 ya ampooon itu kan cita-cita aku dari duluu, punya TK warna warni, ada anak-anak segudang lucu-lucu minta dicubit, nakal-nakal, nangis-nangis minta dipeluk, ketawa-ketawaa, bersenang-senaang,, hwaaaa :O :O

“Bebe: Shal, kamu udah lebay, padahal kan baru mo mulai ceritanya..

Shali: oh gitu ya? Baiklah akan dikurangi.. maaf ya be,, blog kamu nii,, heheeu

Bebe: gapapa si sebenarnya.. cuma,, hmmh jadi nyesel itu mottonya berceloteh riang.. yaudah lanjut sana,,

Shali: tuh kan salah kamu pasang motto blognya,, ahahahahaa.. lanjut yee bos! :p

Bebe: heemh :(”

Sampailah kita di episode kehidupan aku jadi guru honorer di TPQ Nabila. Disana ternyata udah ada guru tetap yang kesibukannya selangit yaitu teh dika, juga ada guru pengganti bernama teh chuwi yang selalu ada kalo teh dika, teh mimi, atau aku ga ada. Sekitar sebulanan lebih kemudian ibu Mahirah kirania *yg suka ilang* dan mrs. Achiisurachii si tukang lotek bergabung sebagai staf pengajar yang suka bercerita. Dan selalu ada penghuni nabila yang siap mengajar kalo kita semua yang ga ada. Thanks God ini kosan, bukan bangunan TPQ doang, jadi selalu ada orang 🙂

Ya, seperti yang sudah kalian tau apa rasanya mengajar di TPQ inii, seneng banget! Ada icil ganteng, acil cantik, manis, lucu, nakal, pinter, kalem, bandel, cerdas, pemalu, cengeng, berisik, gabisa diem, dan ada juga yang teladan 😀 ada yang masi kecil banget, udah agak gede, ada juga yg emang udah gede tapi kalo ke dokter gigi pasti masih bisa masuk ke bagian pedo kok ;D Pengen banget ceritain satu-satu profil si acil icil tapi kayaknya bakal jadi sebuku jadi skip aja gapapa yaah. Heheheee.. intinya itu member TPQ macem-macem warna warni dari jasmani sampe rohaninya.

TPQ ini berlaku dari hari senin sampai sabtu, dimulai tepat setelah shalat maghrib. Jadi aku si satu-satunya staf pengajar non nabilaers harus langsung lari-lari ke nabila setelah solat maghrib berjama’ah di averous. Karena apa? Karena kalo ga cepet-cepet nanti ikhwan-ikhwan di mesjid keburu beres solat berjama’ah dan aku bisa ditemukan sedang berkeliaran setelah matahari terbenam.. tidaaaaak! Yah, lain waktu aku pulang dari kampus langsung ke nabila dan solat magrib di nabila, meski lebih sering lari terbirit-birit dari averous ke nabila karena aku adalah mandiholic *berpikirlah sendiri*. Apalagi antara averous dan nabila berdirilah rumahnya ust.Ridwan dan drg.iting dan juga kosan ikhwan-ikhwan. bagooosyekaliiyyaa.  Tapi seterbirit-biritnya pas berangkat, lebih mendebarkan saat pulang mengajar TPQ. Karena waktu Isya sudah lewat sayang :’)

Di TPQ selain belajar IQRO’ dari a, ba, ta, tsa, sampe Al-Qur’an, kita juga belajar lainnya loh. Seperti kisah nabinya teh dika dan teh chuwi yang anak-anak selaluu aja masih kebolak balik sama nama nabi dan ceritanya, tentang perjuangan saudara-saudara cilik di palestine yang membuat nabila jadi banjir airmata, kisah ‘chila dan monmon’nya achii yang penuh kejutan *krn selalu dikarang mendadak* dan tentunya penuh hikmah, hafalan juzamma, hafalan doa sehari-hari, kata-kata bijak dari ibu kepsek yang menyentuh hati dan masih banyak lagi yang kita bagi bersama icil dan acil. Oiya, menyenangkan juga saat bagi-bagi hadiah sambil tebak-tebakan tentang materi hari ini atau kemarin. Mereka berebutan angkat tangan duluan meski gatau apa jawabannya..  -___-

Tiba di masa kejayaan TPQ yaitu saat membernya benar-benar membludak dan nabila jadi terasa penuh sesak. Akhirnya terpikirkan untuk membuat franchaise nabila. Setelah berpikir keras mencari ide, akhirnya datanglah staf pengajar baru. Kalo dari awal cuma ada guru akhwat, kali ini giliran guru ikhwan beraksi. Tersebutlah saat itu nama eksisnya di FB adalah kang Yan cintapalestina. Yaah, Cuma gara-gara obrolan di FB langsung dengan sang kepsek, beliau jadi bener2 kerekrut jadi pengajar. Setelah beberapa waktu memikirkan pembagian TPQ, akhirnya terbentuklah cabang TPQ Nabila, yaitu TPQ Sebelah! Dimana sejak terbagi dua, acil mengaji di nabila dan icil di sebelah. Kosan sebelah nabila, yang = kosannya kang Yan cintapalestina.

Waktu terus berlanjut menyenangkan di TPQ, semakin berkembang dan teratur, bahkan ada rapat guru TPQ untuk mengatur kurikulum dan membahas kondisi member. Walaupun karena para staf pengajar yang juga sibuk sekalee euy di kampus jadi proker-proker TPQ masih suka terbengkalai. Dan ini saatnya ibu kepsek berkoar-koar tentang pemecatan dan pengurangan gaji. Heheheee.. *peace*  Kami selalu merayakan hari milad anak TPQ dengan memberikan hadiah dan doa dari semua murid. Memberikan ucapan terbaik untuk saudaranya. Juga kami tak pernah lupa untuk memberikan hukuman pada si nakal, bandel, dan gabisa diem. Kebiasaan-kebiasaan mulai terbentuk di TPQ, memulai dengan salam dan doa, mengakhiri dengan hamdalah, istighfar dan doa penutup majlis. Mengucapkan istighfar bila berkata kotor atau berbuat salah, megucapkan subhanallah jika melihat yg baik, hamdalah untuk kebahagiaan J bahagia sekali disini.

Kedekatan dengan icil dan acil tak sekedar untuk bahagia, kami jadi tau banyak hal tentang kehidupan mereka. Ada yang tak punya orang tua, ada yang punya kakak galak, ada yang suka dipalakin sama adek sendiri, punya saudara korban pembunuhan, masalah-masalah mereka di sekolah, berkelahi dengan teman sebaya, masalah keluarga, dan lain sebagainya. Banyaak sekali rahasia dibalik keceriaan mereka, untungnya mereka masih punya hati kanak-kanak yang bersih dan tulus untuk tetap tersenyum menghadapi semuanya 🙂

Sekitar 3 bulan sudah aku mengajar di TPQ, aku sadar waktuku tak banyak lagi, minggu depan adalah KKN sebulan penuh dan selanjutnya kehidupanku akan dialihkan ke Bandung. Maka saat-saat terakhir di jatinangor aku sempatkan sebaik-baiknya untuk TPQ ini. Berusaha tak pernah sama sekali bolos mengajar, berbagi cerita yang banyak, dan berlama-lama bersama acil jauh melewati adzan isya.

Pertemuan terakhir bersama acil dan icil adalah tepat sehari sebelum keberangkatan ke ciamis untuk berkenalan dengan sahabat-sahabat baru di KKN! Hwaaaah belum terhapus sama sekali malam TPQ terakhir itu. Sedihnya tak tertahankan, kami memulai TPQ pukul 17.00, sejam sebelum seharusnya TPQ dimulai, kami shalat maghrib berjama’ah, bercerita banyak hal, hingga akhirnya perpisahan itu memang harus dijelaskan langsung di depan wajah polos mereka. Kami memulainya dengan mereview pelajaran, mengulang kisah-kisah, mengingat-ingat semua hikmah cerita ‘chila-monmon’, membahas cita-cita, menjelaskan apa itu KKN dan mau tidak mau menjelaskan perpisahan. Menerbangkan jutaan doa ke langit, memohon keberkahan untuk kita semua. Kami berpelukan satu-satu. Membisikkan pesan-pesan, Berma’afan. Malam itu semua bersedih. Malam itu semua menangis.

Aku ingat sekali pulang dengan hati masih terkoyak, dan disambut dengan koper raksasa. Hoaaaa :O Yang pergi bukan hanya aku, yang pergi juga teh dika, juga teh nia, juga teh achi.. *ayaam, dikaa pasti inget malam ini kaan, achi, nio, kalian pasti iri ga bisa hadiir :’p* yaaaah malam itu berakhir dengan pembagian hadiah terakhir untuk semua acil dan foto bersama dengan mata sembab.

Bandung.

Adzan maghrib berkumandang, langit masih sedikit terang. Belum gelap, Maghrib setelah syawal. Hmmh beberapa bulan lalu aku pasti sedang terburu-buru pake jilbab untuk sprint ke nabila, sempetin ngelongok kamar achii siapa tau wapres sibuk itu ada dan bisa nemenin berkeliaran setelah matahari terbenam. Bertemu sama teriak-teriakan acil yang udah beres daritadi nulis iqro’nya. Minta ditest baca iqro’, pake kartu studi baru. Warna pink  d^^b

HEII TPQ NABILA. KANGEN!!!

Aku gasuka tanda seru. Apalagi tiga biji. Cuh. Tapi kali ini perlu bangeet. Karena kangeeen paraaaah sama kaliaaan tauuu! Apa kabar setelah mentari terbenam di sudut jatinangor sana? Semoga teriakan kalian masih ada, semangatnya masih sama.

Senang sekali pernah melalui episode kehidupan bersama kalian. Bahagiaaaa 😀 😀 😀

Kalian inget pas kita jalan-jalan ke arboretum dan kalian guling-guling di rumput? Ga percaya kan kalo aku merasa kayak lagi di syurga. Tanya sama bu kepsek aku bilang ‘hari ini aku seneng banget’ berapa kalii? 😀 ratusaaaan.. lebiih!

“bebe: shal… udah siih lebaynyaa..

Shali: hehee.. dikit lagilaah

Bebe: cepetaan hooyy..

Shali: iye daah,, heheeu ngerusak deh kamuu”

Oke aku diusir 😦

jadi mari kita tutup dengan hamdalah dan istighfar 🙂

oiya oiya aku masih dan akan selalu simpen ini loh:

Selalu bahagia mengingat kebersamaan dengan kalian

Makasiiih semuaaaa 😀

L.O.V.E you all :*

“shali: bee, udah tu..

Bebe: ZzzzZZz…”

NB:

Ayam: yaam, jadi teh mimi dulu yaa,, hihii ;D

Dika: hai kepsek baruu :p apa kabar acil disanaa?

Achii: inget ga chi susahnya ngajarin baca ‘alif’ si tongkat yang lurus-lurus aja dan ‘ba’ si mangkok ada titik di bawahnya ke satu icil itu susahnyaa bukan maiin. Hahaa

Nio: hey kamu lenyaap. lupa deh sama TPQ.. ehehee. Semangat yaa bu aktivis!

Chuwi: kamuu jangan panggil aku pake ‘teh’ dong.. -__-

Advertisements
Comments
  1. miimim says:

    aku ga pernah berkoar-koar tentang pemecatan yeey :DD

    jadi, kapan ke BonBinBan? ;p

    hepi tepeqiii :*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s