Bersyukur dan Berbahagialah 

Posted: 10 October 2010 in Uncategorized

Pernah terfikir grafik terburuk hidupku sudah jauh terlewatkan setahun yang lalu. Saat ibu meninggalkanku secara mendadak kemudian dilanjutkan invasi mycobacterium tuberculosis yang menyerang paru-paruku beberapa bulan.  Membuat kematian begitu dekat di depan mataku, bukan, lebih dekat lagi, pelakunya ada di paru-paruku sendiri. Bagiku sejarah terburuk hidupku cukuplah  itu saja. Karena apa yang bisa membuatmu lebih sedih setelah ibu meninggal atau sepi sendirian di sebuah kamar yang lengang, terpisah jauh agar tak ada yang tertular penyakit tuberculosis yang untungnya akulah pemiliknya. hahaaa

Cita-citaku untuk menjadi pembantu rumah tangga saja di rumah tidak mau menikah sampai ibu meninggal tamat sudah. Tidak akan pernah ada. Mungkin karena rencana pengabdianku untuk ibu terlalu berlebihan, tuhan renggut ibu dariku  jauh-jauh sebelum aku berusia 19 tahun. Sebelum ia merasakan nikmatnya punya dokter gigi pribadi. Hmmh…

Karena bagian tersedih sudah selesai. Maka hari-hari selanjutnya aku fikir tak akan pernah lebih menyedihkan, tidak lebih menyakitkan, tidak lebih buruk lagi. Semuanya bisa aku lewati tanpa air mata, semuanya lancar aku lalui dengan senyuman saja. Terkadang ada teriakan dan desah nafas panjang. Tapi hanya sebentar, karena tak ada yang lebih sedih dari ibu meninggal bukan? J

teman, ternyata tidak .. ketika ujian dunia yang kurasakan begitu membuatku bersedih, begitu membuatku menyerah, ada yang selalu membuat segalanya menjadi lebih buruk lagi. Ya, hidup selalu bisa menjadi lebih buruk lagi daripada yang pernah kubayangkan. Ibu meninggal itu buang saja ke tong sampah! Aku bisa doakan ia sepanjang hayatku, sebanyak aku mau. Rasa sakit biarkan saja menggerogoti, masih ada keluarga yang menyayangiku di dekat sini, masih ada dokter dan obat-obat yang mampu terbeli. Kalau aku mati karena bakteri imut ini lalu kenapa? Kenapaa??! Harusnya bersyukur sekali aku merasakan sakit ini, menyadari tuhan memberi kesempatan selama aku sakit untuk bersiap mati. Bukan mati saat melakukan maksiat bersama nafsu-nafsu duniawi,, lalu kalau aku saat ini diberi kesehatan lagi itu tandanya apa?? Tandanya apa?

Aku terlalu kotor dan menjijikkan untuk langit menerimanya .. hhh.. begitu bukan? Lalu tuhan beri lagi aku kesempatan, lalu akulah si manusia brengsek. Aku nakal lagi, maksiat lagi, bermalas malasan lagi. Terbuai dunia lagi, dosa lagi, kamu tau ada bank dosa? Itu aku. Aku pemiliknya!! Itulah aku! Itu juga nama panjangku. Bahkan lebih baik dari hari kemarin saja aku tak bisa. Yah inilah yang membuat hidupku lebih buruk lagi.

Hanya iman. Iman. Yang bisa membuat hidupku lebih buruk lagi. Iman yang Allah renggut jauh-jauh sebelum kematianku. Menggoyangkan segala kesungguhan untuk melakukan segalanya untuk Allah saja. Untuk ikhlas. Dan saat kusadari, Allah Maha segalanya. Apa lagi yang mampu kuramalkan. Aku selalu kalah telak dengan takdirku sendiri, yang lucunya akulah yang membuatnya jadi begitu. Karena allah tidak akan merubah suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang merubahnya ..

Iman yang membuat hatimu berdebar saat melakukan maksiat, iman yang menjagamu dari perbuatan-perbuatan dosa, iman yang melindungimu dari kejahatan-kejahatan setan. Iman yang selalu mengikuti turun naik hatimu. Yang mengikuti sedikit banyak amalanmu. Amalan harianmu. Amalan setiap detik hidupmu. Iman, yang tidak ayah ibu turunkan dalam gen mu. Yang tidak dijual bebas di pasaran. Yang memilikinya adalah anugerah terindah.

Bersyukurlah untuk iman yang bersemayam dalam hatimu. Siramlah setiap hari. Suburkan dengan segala daya upaya. Biar tak ada lagi yang bisa membuatmu bersedih.

Sebuah SMS dari kang yusuf *FKG 2004

“mengapa orang beriman jauh dari stress, frustasi, apalagi bunuh diri? Karena orang beriman yakin segala peristiwa, Allah putuskan dengan rahmat dan ilmuNya, berarti segala peristiwa ada rahmat dan nikmatNya (57:22) sakit itu ampunan dosa, musibah itu derajat, kematian itu ridhoNya, pantaslah Rasulullah menyebut orang beriman itu ‘sakanun’, manusia tertenang dalam menghadapi goncangan dunia.” [selalu berterimakasih untuk SMS ini :]

Berdoalah untuk Allah jaga iman tetap bersamamu. Dan selalu ingatlah ini. Di setiap episode-episode hidup kalian yang berwarna warni, selalu ingatlah ini: ini islam. Tentang sabar dan syukur. Untuk tetap bersabar dan terus bersyukur. Bersabar menjalani kesulitan, dan bersyukur menerima kemudahan. Bersyukur karena masih bisa bersabar, bersyukur karena Allah masih izinkan bersabar, masih Allah berikan pahala dalam menjalani cobaan dengan tetap bersabar. Kemudian selalu bersabar untuk tetap bersyukur, bersabar untuk terus bersyukur. Dan bersyukur karena masih bisa bersyukur, masih ingat untuk bersyukur apapun keadaannya.  Lantas, bersyukur sajalah kita. Dan berbahagialah telah menyadari satu rahasia kemudahan yang tuhan berikan dalam menjalani kehidupan dengan islam.

Karena yang ada disekelilingmu saat ini fana adanya. Hanya dekorasi dari sandiwara kehidupan, ditambah dengan tipu daya setan.

Karena cuma Allah yang selalu bersamamu, yang benar-benar selalu bersamamu. Dan hanya untukNyalah kau berada di dunia saat ini.

Bersyukur saja dan berbahagialah teman :’)

Cerdaskan emosimu dengan ini ;]

Alhamdulillah, all praises to Allah. Thousand times.

 

Oktober 2010, menyambut pekan penuh ujian.

ketika iman hanya tinggal sebesar upil dan Allah tetap tutup segala aibku, bangkit dan berusaha keras menampar wajah sendiri. Astaghfirullahaladzim. Allah aku tidak meminta tsunami seperti di Aceh, atau banjir bandang seperti di Papua. Allah, terimakasih … untuk semuanya. Selama-lamanya aku berterimakasih

Advertisements
Comments
  1. nurida says:

    shal..shal..

    terima kasih..^^

    terima kasih Allah sudah mempertemukanku dengan Shaliha..

  2. mas-mas says:

    Subhanallah, walhamdulillah, wallahu Akbar.

    “Verily, man was created very impatient. Irritable when evil touches him. And niggardly when good touches him. Except those devoted to Shalat.” Al Ma’aarij (19-22)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s