Akhwaaat!! Shalatnya dimulai yiaaaa . .

Posted: 2 July 2009 in Uncategorized

Allahuakbar2.. Allahuakbar2..

Akhwaaaat shalat berjama’ah yoook!!

Yup. Maghrib tiba. Segera ke tenous! (tempat nongkrong averous) yang kita pake juga buat mushala. (mushalanya sebenarnya ada tapi lebih aseek aja kalo kita shalat di tenous, namanya juga tempat nongkroong.hahahaay). Cepat-cepatlah take tempaat. Lebih baik kalo dapet tempat deket tembok karena ga akan ada yang bisa dorong2 ke tengah! Lho3? Emang mau ngapain siih? Kok dorong2an?? Mau shalat berjamaah pan ye tadi ceritanye?? Iyaaa mau shalat berjama’aaah. Tapii inilah konflik shalat di averous: REBUTAN JADI MAKMUM! Ga ada yang mau jadi imam. Sebenernya udah ada tuh jadwal imam shalat.. tapi entah lenyap kemana. Selain kitanya juga malaise buat jadwal lagi (nyocokin jadwalnya susah boo, aktipis smua dah), biasanya orang yang lagi jadwalnya suka ga ada.. (nah loh, itu sengaja apa ga sengaja yee?!)

Pernah lagi sebelum jadwal diresmikan, berlaku peraturan: yang terakhir sampe tenous, dialah imamnyaa!! Awal2nya sih bagus tuh aturan keliatannya. Pas adzan kedengeran baru bedugnya aja, bahkan baru tanda2 matahari tenggelem udah ada aja yang gelar sajadahnya di pojokan tenous. Cari aman deh pokoknya. Keliatannya anak-anak semangaat banget shalat jama’ahnya. Eh tapi lama-lama mulai terlihat resiko yang muncul, ada yang jatoh dari tangga gara2 balapan sama anak bawah dulu-duluan nyampe tenous, ada yang shalat sunnah qabliahnya ga beres-beres (hihi ini kayaknya enggaklahyaa), ada lagi yang ga mau shalat bareng gara2 udah jelas dia yang terakhir bakal dateng, eh ditungguin malah ga keluar-keluar dari kamarnya.. hahaa.. asal jangan sampe stress aja di dalem kamar.

Naah, ini dia penderitaankuu, kalo udah stuck ga ada yang bersedia jadi imam. Baik dengan alasan logis (baru jadi imam kemaren, radang tenggorokan) sampe yang ga logis (baru selesai haid jadi takut lupa bacaan *parah bet dah*, ngantuk, belom mandi *yang ini mah alesan aye.hehe*). Gatau kenapa diriku ini selalu dijadikan korban. Walaupun udah punya alasan terlogis (baru jadi imam tadi subuh) akhir-akhirnya teteep aja aku jadi imam lagii. Walaupun esok harinya berniat belajar dari kesalahan kemarin, berusaha mempertahankan diri dengan berbagai alasan logis bahkan alasan mulia (bagi-bagi pahala imam, berlomba2 dalam kebaikan) akhir-akhirnya selama apapun mempertahankan diri, kena juga jadi imam. Akhirnya, beberapa hari kemudian lagi ketika krisis imam kembali melanda tanpa banyak bicara sebaiknya aku langsung mengajukan diri, karena aku sudah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, aku akan jadi imamnya. Jadi ada baiknya kalo semua diskusi itu diskip dan dipercepat sampe sin bagian aku jadi imam. T_T

Tapii, meskipun shalat di averous ini selalu diawali kerusuhan dan diakhiri berbagai macam keributan, ibadah tetep lancar dong. Maksudnyaa?? Yaiyyaalaaah. Pertama tentang shalatnya dulu niy, kita hampir pasti selalu shalat di awal waktu tepat setelah adzan dikumandangkan, terus shalatnya berjama’ah, selain itu memacu kita untuk selalu shalat sunnah qabliah maupun ba’diah (ada 1 orang yang shalat, semua jadi inget untuk shalat yang satu ini), dan ga ketinggalan tilawah sebelum atau sesudah shalat. Wuiih, asik kaan? Berpacu dalam ibadah!

Kembali tentang shalat di awal waktu. Pasti udah sering denger tentang suatu ayat dalam suatu surat dalam suatu juz dalam alqur’an

Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat

Yang kalo orang baca ayat cuma sepotong gini bakal pada ga shalat bahkan murtad (lebay shal..), makanya harus baca lanjutannya . .

(yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat riya, dan enggan (menolong dengan) barang berguna

Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa ayat ini (S.107:4-7) turun berkenaan dengan kaum Munafiqin yang menunda-nunda shalatnya, mempertontonkan shalat kepada kaum Mukminin (riya) dan meninggalkannya apabila tidak ada yang melihatnya serta menolak memberikan bantuan ataupun pinjaman (membayar zakat).

Mengerikan ya kalo kita menyadari bahwa shalat kita tidak dengan mudah Allah terima. Mungkin sudah banyak shalat yang kita lakukan hanyalah sesuatu yang sia-sia di mataNya. Meski shalat yang kita lakukan di awal waktu dan berjama’ah dengan imam berkualitas, tapi siapa yang tahu dalam hati makmumnya? Siapa yang tahu salah satu dari jama’ah hanya melaksanakan shalat di masjid untuk memenuhi syarat dari dukun biar cewek yang ditaksirnya yang rumahnya di depan mushala tahu kalo dia selalu shalat berjama’ah di masjid sehingga cap alim tergambar di jidatnya??! (bikin contoh ngarang sendiri). Wuiih, ga ada yang tau kan selain Allah?? Siapa juga yang tau kalo ternyata sang imam tadi siang menghardik anak yatim yang datang ke rumahnya dan belum beristighfar, mengingat Allah kembali untuk bertaubat atas kekhilafannya? Tidak ada yang tau apakah shalat seseorang benar-benar khusyuk, bahkan orang itu sendiri, apakah tangisannya ketika shalat benar-benar dari hatinya yang terdalam atau hanya untuk dilihat oleh saudara disebelahnya.. ayo jujur pada diri sendiri. Renungan untuk diriku sendiri. Tapi kalau kamu mau juga merenungkannya, silahkan.

Akhwaaaat shalatnya dimulai yiaaaaa!!!

Yup, waktu penantian sudah habis, saatnya shalat dimulai, semua sudah shalat sunnah, yang tilawah distop dulu okay? yang terlambat masbuk aja yaa! Karena untuk ibadah yang satu ini tidak ada toleransi, yang ada adalah persaingan untuk secepatnya memenuhi panggilanNya. Hmmh.. shalat ini tidak sia-sia insyaAllah. Sulit memang.. tapi pasti bisa!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s