Hi darling, good morning! What’s your breakfast today?

Posted: 30 June 2009 in Uncategorized

Hoaahm. Seneng ga kalo pagi-pagi ada yang kirim sms semacam itu? Seneng dong yaa pastinya.. namanya juga diperhatiin,, nah kalo aku saking seringnya ditanyain makan apa kamu hari ini? malah membuat selalu bersiap-siap memberikan laporan terbaik ketika ditanyakan hal seperti itu. Karena kalau jawabannya buruk apalagi belum makan itu sama dengan pengulangan materi hidup sehat dengan makan-makanan bergizi dan tepat waktu! Lengkap dengan resiko apa yang akan timbul jika kita melanggarnya . .

Yayaayaaa.. di rumah aku sudah terbiasa dengan sarapan pagi dalam jangka waktu 05.30-06.30, makan siang 12.00-14.00, makan malam 17.00-19.00, menu 4 sehat 5 sempurna dengan susu di pagi dan malam hari dan tak pernah lupa 1 sendok madu sebelum berangkat sekolah. Jika lewat dari waktu-waktu tersebut kita belum makan tanpa memberikan alasan yang syar’I, tentu saja ada sanksi menanti.

Sebenarnya aku bersyukur dan merasa sangat beruntung memiliki ibu yang cerdas dan sangat mengerti tentang kesehatan. Aku jarang sekali terkena penyakit. Sakitku yang paling parah adalah flu. Itu juga penyebab mengapa hinga saat ini tidak bisa minum obat yang harus ditelan dengan air putih. Karena aku jarang sakit, dan jika sakit aku cukup meminum madu, beberapa hari saja, dan sembuh! Seperti itu hingga dewasa. Aku suka menceritakan bahwa banyak temanku yang sakit maag atau thypus dan respon yang dia berikan adalah “ibu udah sering jelasin ke kamu kan tentang makan yang sehat dan tepat waktu? Kalo kamu sekali aja kena sakit kayak gitu, ga ada yang ngurusin kamu ke rumah sakit!” yaa, itu sudah cukup menjelaskan bahwa aku nggak boleh nakal! Hanya saja yang aku tidak sukai adalah teman-temanku yang suka mengejek aku anak mamih manja setiap hari bawa bekel ga boleh jajan, itulah konflik hidupku di masa kecil. Tapi sebenarnya tidak masalah, karena aku punya geng pembawa bekel, kita suka tukeran bekel!

Saat TK dan SD kebiasaan makanku masih teratur karena ada catering di sekolah. Aku juga jarang sekali jajan karena selalu membawa bekal khusus jam istirahat. SMP aku baru merasakan kehidupan dunia yang sebenarnya, meski masih selalu membawa bekal tapi aku sudah diberi sedikit uang jajan, apalagi SMP merupakan tahap pertama kehidupanku lepas dari jemputan sekolah, sehingga setiap hari aku pasti mendapatkan jatah ongkos. Jika ada kegiatan ekskul yang membuatku pulang lebih sore aku pasti dibawakan satu tas tambahan berisi bekal makan siang lengkap. Pernah suatu hari tanpa sengaja aku meninggalkan tas bekalku itu, padahal hari itu aku selalu pulang sore karena ada ekskul PMR yang aku ikuti. Dan pada jam pertama aku belajar pagi itu, tiba-tiba bu guru memberikanku tas bekalku yang manis itu. Katanya ibuku tadi mengantarkannya ke sekolah.. oooooh. Bahkan aku belum sadar kalau benda cantik itu tertinggal di rumah! SMA aku merasa lebih menjadi wanita dewasa, aku diperbolehkan makan di kantin sekolah, tak usah lagi membawa bekal, meski kadang aku yang malah membuat bekalku sendiri. Namun tetap saja kadang ketika pulang sekolah pertanyaan itu mampir. Makan apa saja tadi kamu di sekolah? Eit, tidak hanya itu. Ada pertanyaan lanjutannya juga: ibu itu cuci piringnya dimana? Di ember atau di air kran? Bapaknya nyuci piring sama mangkuknya dicemplungin ke ember atau disiram? Dan jika jawabanku masuk dalam kategori salah. Maka yang diberikan adalah materi tentang higienitas makanan dan peralatannya serta berbagai penyakit yang mungkin menjangkiti.

1 hal lagi: aku tidak suka sayuran! Yah walaupun sekarang taraf kesukaanku pada sayuran juga masih sedikit tapi tidak sebenci dulu. Hal yang dapat membuatku memakannya adalah jika sayuran itu dipotong kecil2 sehingga menyatu dengan makanan (jika kenyatannnya tidak begitu maka aku yang akan memotongnya kecil2 dan memasukkannya dalam gundukan nasi) atau ibu menyuapiku makan, sehigga tidak ada yang bisa kutolak untuk kumakan.

Nah sekarang tibalah saatnya aku berkuliah. Pintu gerbang kedewasaan semakin terbuka lebar, aku kuliah di unpad yang jauh dari rumah sehingga aku harus hidup sendiri alias ngekost. Setiap waktu makan aku selalu berusaha tepat waktu dan memenuhi syarat makanan bergizi. Setiap pagi aku minum susu dan tidak lupa minum air putih sebanyak aku bisa. Jika aku terlambat makan aku merasa sangat durhaka. Apalagi di awal2 kehidupan mandiriku ibu selalu menelepon dan menanyakan list menu makanku hari itu. Hahahay,, tapi 1 hal yang tadi telah aku sebutkan makin mudah untuk disiasati. Sayuran. Aku tidak pernah berbohong kalau aku selalu makan sayuran. Meskipun sebenarnya sayuran yang aku makan hanyalah 5 potong kecil buncis dan 3 koin wortel serta kuahnya tentu saja yang penuh dengan sari sayur-sayuraan. Ya, aku membeli sayuran seminimal mungkin tanpa memikirkan apakah sesuai dengan tubuhku atau tidak, tapi hanya sebagai alibi bahwa aku memasukkan sayuran ke dalam mulutku di saat aku makan. Ide brilian bukan? hohohooo

triiiiing. Sms masuk. Dan ini dia! Sms itu datang pagi ini . .

Hi darling, good morning! What’s your breakfast today?

Aku bangun kesiangan dan belum sarapaaaaaaaan!!

Ayo segera buat alibimu be! sekarang juga!!

Advertisements
Comments
  1. Tentang Biru says:

    wah…selama kuliah dulu saya sangat jarang makan pagi…ahahaha…sampe sekrang ngk suka makan pagi…ngk enak lidahnya…heu..heu..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s